Bangun 1.000 Jamban Gratis, Rotary D3420 Gandeng Kodam IV/Diponegoro


BANTUAN : District Governor (DG) Rotary District 3420 Indonesia, Cindy Bachtiar dan Aster Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Brantas Suharyo, disela penyerahan bantuan 1.000 kloset di Arhanud Semarang, Senin (13/9/2021).

SEMARANG, WAWASANCO - Indonesia menempati peringkat ke-3, setelah Tiongkok dan India, sebagai negara dengan tingkat sanitasi terendah terkait pemenuhan kebutuhan toilet sehat.

Tercatat pada 2020 lalu, ada 20 juta keluarga yang hidup tanpa toilet. Jika satu keluarga rata-rata memiliki 4 orang, maka sedikitnya 80 juta orang masih membuang hajat di sungai dan di sembarang tempat.

Hal tersebut mendorong Rotary Indonesia, melalui Rotary District 3420 Area Semarang, Kudus dan Solo menggandeng Kodam IV/Diponegoro, dalam membangun dan mendistribusikan 1.000 jamban gratis kepada warga Jawa Tengah yang membutuhkan.

“Kami mengapresiasi komitmen dan spirit pengabdian Kodam IV/Diponegoro, yang peduli dan problem sanitasi dan kesehatan masyarakat. Bahkan, sejak 2017, TNI sudah membangun 1 juta jamban gratis untuk warga yang membutuhkan. Ini sejalan dengan Signature Project kami di Rotary D3420 Indonesia, yang memprogramkan 5.000 jamban gratis untuk masyarakat sebagai bentuk komitmen untuk Serve to Change Lives, yang menjadi tema besar Rotary International 2021-2022,” kata District Governor (DG) Rotary District 3420 Indonesia, Cindy Bachtiar, disela penyerahan bantuan di Arhanud Semarang, Senin (13/9/2021).

District Governor (DG) Rotary District 3420 Indonesia, Cindy Bachtiar dan Aster Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Brantas Suharyo, saat meninjau kloset bantuan dari Rotary District 3420 Indonesia

Khusus, untuk 1.000 jamban itu, Rotary akan menyiapkan paket bahan untuk pembuatan toilet, sedangkan Kodam mendistribusikan dan sekaligus membangun di lapangan.

“Dari data-data itu, menunjukkan bahwa sanitasi itu masalah yang sangat serius, mendesak, dan menjadi tanggung jawab bersama-sama. Untuk itu, kami berterima kasih kepada Kodam IV/Diponegoro yang siap bersinergi, berkolaborasi, bekerjasama untuk membantu pemerintah mengatasi problem sanitasi," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan, selain program jambanisasi, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan Kodam IV/Diponegoro, terkait literasi, berupa pendistribusian buku-buku yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak dan masyarakat ke wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua.

"Rotary D3420 akan mengumpulkan buku-buku bekas dan layak baca, baik buku pengetahuan, buku anak dan lainnya, nantinya Kodam IV Diponegoro akan membantu mendistribusikan ke wilayah Papua," terangnya. 

Selain itu, pihaknya juga menjalin kerjasama terkait vaksinasi Covid19, dalam upaya mempercepat heard immunity masyarakat, dengan mengajak serta warga untuk mengikuti vaksinasi.

“Maka kami siap membantu, menyebar luaskan dan mengajak warga, termasuk di lingkungan Rotary D3420 untuk vaksin. Direncanakan akan diikuti sebanyak 2.000 perserta.  Kegiatan Vaksin bersama ini akan di selenggarakan pada tanggal 19 September 2021 di Balai Kota Semarang," tandasnya.

CIndy menjelaskan, dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan Rotary District 3420 Indonesia, diharapkan dapat membantu masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, gizi, lingkungan, problem ekonomi dan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, turut mendampingi Cindy Bachtiar,  para rotarian , diantaranya Lina Soeratman , Dyah Anggareni, Eleonora Aprilita, Okky S dan Redy.

Para rotarian anggota Rotary District 3420 Indonesia, ikut berfoto bersama disela penyerahan bantuan 1.000 kloset di Arhanud Semarang, Senin (13/9/2021).

Sementara, Aster Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Brantas Suharyo, mengapresiasi positif kerjasama yang terjalin antara Kodam IV/Diponegoro dengan Rotary District 3420, termasuk dalam mendukung program jambanisasi.

"Nantinya kita akan salurkan bantuan ini, ke sejumlah wilayah di Jateng yang memerlukan. Nantinya, bantuan ini akan kita sinergikan dengan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), yang kita laksanakan," terangnya.

Brantas menjelaskan, wilayah sasaran program jambanisasi tersebut, akan difokuskan pada wilayah yang selama ini masih rendah tingkat sanitasinya, khususnya terkait kebutuhan jamban sehat bagi keluarga.

"Terutama di wilayah yang masyarakatnya masih sering membuang hajat di sungai, kebun atau di laut. Ini yang akan kita sasar, sehingga nantinya diharapkan, dengan adanya program ini, tingkat kesadaran masyarakat terkait sanitasi semakin meningkat, masyarakat juga bisa hidup bersih dan sehat," pungkasnya. 

 

Penulis : arr
Editor   : edt