Percepatan Capaian Target 70 Persen Vaksinasi, Polres Demak Lakukan Jemput Bola


Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Pangdam IV Diponegoro Mayjend Rudianto, Kapolres AKBP Budi Adhy Buono berserta jajaran Forkompimda saat meninjau Vaksinasi Merdeka Candi di Kecamatan Dempet.

DEMAK, WAWASANCO- Sukses dengan vaksinasi terpusat pada 20-22 September dengan serapan 15.000 dosis, Polres Demak kembali menggelar Vaksinasi Merdeka Candi pada 28 September - 14 Oktober. Dilaksanakan dengan sistem jemput bola di 14 kecamatan, vaksinasi tahap kedua diharapkan mampu mendukung percepatan capaian target hingga 70 persen dan terwujud herd imunity.

Saat meninjau Vaksinasi Merdeka Candi diadakan Polres Demak, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto menyampaikan, percepatan vaksinasi di wilayah-wilayah teraglomerasi Semarang Raya gencar dilaksanakan sejak turunnya level PPKM. Dengan melibatkan TNI-POLRI, sejauh ini telah tercapai 55 persen dari total jumlah penduduk di Jateng. 

"Diharapkan setelah digenjot lagi dengan dukungan stake holder juga peran serta masyarakat, 70 persen target menuju herd imunity bisa segera tercapai," ujarnya, didampingi Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Kamis (30/9).

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono menambahkan, ketika minggu lalu vaksinasi massal dipusatkan di Wisma Halim peserta  datang dari berbagai penjuru Demak, dalam dua minggu ini sistem dibalik dengan jemput bola. Yakni vaksinasi mobile di 14 kecamatan setiap hari mulai pagi hingga sore, untuk memberi kesempatan masyarakat yang terhalang melakukan vaksinasi karena terbentur waktu kerja.

"Sasaran diutamakan masyarakat yang belum melakukan vaksinasi dosis pertama di masing-masing kecamatan. Target vaksinasi beragam antara 3.000 - 5.000 dosis per hari, disesuaikan jumlah sasaran masyarakat yang belum vaksinasi," kata Kapolres Budi Adhy Buono.

Meski PPKM sudah turun di level 2, namun edukasi masyarakat tentang kepatuhan  protokol kesehatan (prokes) tetap diintensifkan. Sebagai upaya antisipasi munculnya lonjakan kasus covid-19 gelombang ketiga. Termasuk masih diberlakukannya pembatasan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

 

Swab Antigen Pelajar

Pada saat sama, di samping percepatan vaksinasi pelajar usia 12 - 18 tahun, swab antigen juga dilaksanakan acak di sekolah-sekolah yang menggelar pertemuan tatap muka (PTM) terbatas. Tujuannya ketika ditemukan adanya hasil swab yang reaktif, anak didik bisa langsung diarahkan melakukan  isolasi atau karantina. Agar tidak memapar ke teman kelas, dan tidak muncul klaster sekolah sebagai sumber penularan covid-19.

"Alhamdulillaah sejauh ini hasil swab antigen belum ada yang reaktif. Hingga PTM terbatas bisa dilanjutkan sepanjang terkendali prokesnya, sambil menunggu hasil evaluasi untuk mengetahui bisa tidaknya PTM dilaksanakan sepenuhnya," tandas kapolres.

Penulis : ssj
Editor   : edt