Dukung Konservasi Gunung Ungaran Berbasis Masyarakat, Tim Dosen Unnes Kembangkan Pembibitan Tanaman


PEMBIBITAN : Program pembibitan tanaman keras, menjadi salah satu wujud implementasi strategi konservasi, Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Peduli Lingkungan Handarbeni, yang didampingi tim pengabdian dosen Unnes di Dusun Gunungsari, Desa Ngesrepbalong, Kab. Kendal.

KENDAL, WAWASANCO - Program pembibitan tanaman keras, menjadi salah satu wujud implementasi strategi konservasi, yang dilakukan melalui kegiatan pengawetan, pelestarian, perlindungan  dan pemanfaatan secara lestari.  Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Peduli Lingkungan Handarbeni di Dusun Gunungsari, Desa Ngesrepbalong, Kab. Kendal.

Selama ini, kelompok masyarakat tersebut telah merintis kegiatan pembibitan dengan mengambil bibit di hutan, kemudian dibesarkan dalam polibag untuk dirawat dan selanjutnya ditanam kembali ke kawasan hutan yang gundul. Namun, dalam teknis budidaya yang dilakukan, sering mengalami kegagalan, diakibatkan banyak bibit tanaman yang mengalami kematian.

Masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan anggota, juga menjadi penyebab kendala tersebut sehingga tidak semua bibit tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim pengabdi dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang diketuai oleh Dr. Nur Kusuma Dewi, M.Si., melakukan pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi budidaya tanaman keras dan buah.

"Tahapan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, meliputi pelatihan teknik budidaya tanaman, pengayaan jenis tanaman yang dibudidayakan, pengembangan jenis tanaman komersial untuk mengembangkan alternatif pendapatan, dan pemberian QR code tanaman, baik untuk tanaman di pembibitan maupun pada lokasi sekitar hutan," papar Dr. Nur Kusuma Dewi, M.Si, kemarin.

Pemasangan QR code  

Dijelaskan, QR code informasi tanaman memuat konten tentang nama spesies, nama lokal, manfaat dan status konservasi.

"Pemasangan QR code atau barcode tanaman bertujuan untuk memberikan fungsi edukasi rumah bibit, sebagai sarana pembelajaran terkait tanaman keras dan manfaatnya. Keterbatasan inovasi tersebut harus selalu terkoneksi dengan jaringan internet, namun memang masih ada kendala, bahwa di sekitar kawasan hutan masih sulit memperoleh akses internet," lanjutnya.

Ditambahkan, untuk menyiasati kendala tersebut dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, pihaknya juga menghasilkan buku katalog tanaman berisi daftar jenis tanaman.

"Isi konten katalog tersebut serupa dengan barcode namun hadir dalam bentuk cetak. Sehingga masyarakat dapat belajar dimana saja," tandasnya.

Tercatat hingga awal Oktober 2021, masyarakat mampu menghasilkan sebanyak 1.638 bibit tanaman terdiri dari 34 jenis tanaman hutan dan buah.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini juga dibantu oleh mahasiswa KKN kemitraan UNNES serta stakeholder lainnya.

"Kami berharap kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat, khususnya untuk pelestarian kawasan hutan Gunung Ungaran," pungkasnya. 

Penulis : arr
Editor   : edt