Oknum Pengacara Semarang Terdakwa Kasus Ujaran Kebencian, Dituntut Pidana Penjara 1,4 Tahun


SIDANG : Sidang lanjutan kasus ujaran kebencian berdasarkan SARA, beragendakan pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (17/11/2021).

SEMARANG, WAWASANCO - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, menuntut terdakwa oknum pengacara Kota Semarang  kasus ujaran kebencian berdasarkan SARA, berinisial RWS dengan tuntutan pidana penjara 1 tahun dan 4 bulan.

Serta tuntutan pidana denda senilai Rp10 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan hukuman penjara 4 bulan.

Tuntutan dibacakan JPU Kejati Jateng, Oktoni dalam sidang lanjutan beragendakan pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (17/11/2021).

"Menuntut majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, menjatuhkan pidana 1 tahun dan 4 bulan dikurangi dengan masa tahanan yang telah dijalani terdakwa," kata Oktoni, dalam tuntutannya.

Jaksa Oktoni menilai, terdakwa terbukti bersalah menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

Terdakwa melanggar Pasal 45A Ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Unndang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan matas Undang Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sebelum menjatuhkan tuntutan, jaksa mempertimbangkan beberapa hal. Pertimbangan yang memberatkan hukuman yakni perbuatan terdakwa dapat menimbulkan rasa kebencian.

"Adapun pertimbangan yang meringankan, terdakwa masih muda sehingga dapat memperbaiki kesalahannya," ucapnya.

Untuk diketahui, kasus ini berawal saat terdakwa oknum pengacara Kota Semarang, berinisial RWS, mengunggah status di media sosial Facebook.

Postingan tersebut dinilai mengandung ujaran kecencian berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ada beberapa unggahan yang saling berkaitan sebelum akhirnya dihapus oleh pemilik akun tersebut, yang paling menonjol bertuliskan kata yang menyudutkan etnis tertentu disertai kata makian.

Atas unggahan tersebut, oknum pengacara Kota Semarang, berinisial RWS tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian, hingga kasusnya berlanjut ke persidangan, yang digelar di PN Semarang.

Penulis : rls
Editor   : edt