Program Pembinaan Rutan Salatiga, Hadirkan Hartadi Ex Napi Sukses Kelola Makanan 'Ndeso' Jadi Oleh-oleh Menasional


MEMOTIVASI : Hartadi, pemilik Singkong Keju D9 bersama Jay Nurjaman asal Bandung memotivasi ratusan napi di Rutan Kelas IIB Salatiga, Senin (22/11). Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO- Ex napi Surakarta pemilik Singkong Keju D9, makanan 'ndeso' yang kini menjadi oleh-oleh menasional, Hartadi dalam program pembinaan digelar Rutan Kelas IIB Salatiga, Senin (22/11). 

Kehadiran Hartadi sebagai upaya memberikan warna kepada ratusan para narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rutan Kelas IIB Salatiga. 

Kepala Rutan Salatiga Andri Lesmano mengungkapkan dengan menghadirkan Hartadi selaku owner Singkong D9 yang juga pernah mendekam dibalik jeruji penjara bisa menjadi sarana penyemangat dan pembelajaran bagi warga binaan di Rutan Salatiga.

"Bersama Pak Hartadi, kami mencoba memberikan warna baru, sekaligus mendukung dan mensukseskan program pembinaan melibatkan para napi selama ini," terang Andri Lesmano. 

Ia pun bersyukur, upayanya memberitakan 'jalan' kepada ratusan WBP Rutan Salatiga direspon antusias para penghuni. 

Andri menjelaskan bukan waktunya lagi untuk minder dan termurung dibalik jeruji besi. Tetapi justru dijadikan masa ujian hidup saat ini sebagai ajang instropeksi diri dan sebagai salah satu jalan untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik nantinya.

Ia menyebut, Tuhan YME baru membuka ‘aib’ ataupun kesalahan dari teman-teman WBP. Namun hal tersebut buja sebuah hambatan melainkan justru harus dipetik hikmah dibalik kejadian tersebut. 

"Kedepan harus bisa menjadikan semangat baru untuk menjadi pribadi yang nantinya lebih baik lagi," paparnya. 

Sementara, dalam program pembinaan itu turut dihadiri motivator Jay Nurjaman asal Bandung. 

Oleh Kang Jay, sapaan akrab Jay, Kisah perjalanan Hartadi yang semasa menjadi napi Rutan Salatiga menempati ruang D9 itu ia beberkan. 

Sebagai catatan sekaligus informasi, Hartadi adalah ex napi yang sukses mendirikan UMKM oleh-oleh yang lengendaris Singkong Keju D9, Salatiga. 

Makanan 'ndeso' sederhana khas bangsa Indonesia itu, ditangan Hartadi menjadi pundi-pundi uang yang mampu mengangkat namanya hingga ke kancah Nasional dan telah mempekerjakan ratusan orang, selepas dari jeratan hukum di Rutan Surakarta.  

Jay menceritakan kisah perjalanan hidup Hartadi hingga mampu menjadi motivator bagi banyak orang.  

"Pembekalan hari ini merupakan salah satu langkah untuk menghadirkan semangat baru agar teman-teman warga binaan di Rutan Salatiga ini bisa kembali semangat dan menjadi pribadi yang kuat dan bermanfaat," ujar Jay Nurjaman. 

Dengan metode yang menghibur dan komunikatif, Kang Jay memberikan penguatan hati dan hidup agar para warga binaan yang sedang menjalani masa hukuman untuk ikhlas serta memperbaiki diri untuk menjadi yang lebih baik tentunya.

Kang Jay menambahkan jadikan Rutan ini sebagai sarana dan wahana untuk memperbaiki diri. "Terima dengan ikhlas, diniatkan belajar dengan cara memperbaiki diri, baik perbaiki hubungan dengan sesame manusia, maupun memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada sang pencipta," pungkasnya.  

"Sebagai contoh lihat pak Hartadi sekarang, beliau juga pernah mendekam dibalik seramnya tembok penjara, tetapi dengan memperbaiki diri hasilnya bisa kita lihat sekarang ini," lanjut Kang Jay, sapaan akrab Jay. 

Sehingga selama di Rutan ini bukan lagi menjadi ajang untuk berdiam diri menjalani pidana, terus menyesali tetapi hanya sebatas lisan. 

"Tetapi jadikan hal ini menjadi sarana perubahan dan pesantren pembelajaran bagi kehidupan kita agar nantinya menjadi pribadi yang kuat dan bermanfaat bagi sesama," imbuhnya.

Penulis : ern
Editor   : edt