Airlangga Hartarto : Harapannya Indonesia Mampu Keluar Dari Middle Income Trap


NENYAPA : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Dr. Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU., Saat menyapa civitas akademika Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin (22/11). Foto: ist/Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Dr. Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU. berharap besar Indonesia tidak hanya mampu keluar dari covid-19 tetapi juga keluar dari middle income trap. 

Hal tersebut disampaikan Airlangga Hartarto saat menyapa civitas akademika Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin (22/11). 

Turut hadir sekaligus narasumber 
webinar secara virtual melalui ruang zoom meeting, Pentas Inovasi Mahasiswa (PIM) 2021 bertema "Berkarakter dan Berdaya Saing", Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara, SE., M.Sc., Ph.D. 

Dikatakan Airlangga Hartarto, momentum pulihnya ekonomi perlu dijaga dan ditingkatkan bersama. 

"Perekonomian Indonesia yang mulai membaik saat ini, diperlukan generasi muda dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, kompetitif, berjiwa entrepreneur serta menguasai ilmu-ilmu kekinian terutama di bidang digitalisasi. Kondisi ini perlu terus dijaga," ungkapnya. 

Airlangga yang secara khusus mengusung topik Tantangan dan Peluang Perguruan Tinggi dalam Menyikapi Perubahan Kondisi Perkenomian Dunia Pasca Covid-19 menyatakan bahwa peran penting menuju perubahan tersebut. 

Dan perubahan itu, terletak di tangan perguruan tinggi sebagai pencetak generasi muda berkarakter dan berdaya saing.

Airlangga memaparkan, talenta point-point diatas dibutuhkan di dunia usaha dan memainkan peran dalam transformasi ekonomi. 

"Saat ini terbuka 2.5 juta lapangan kerja tambahan sehingga dibutuhkan 600 ribu talenta per tahun selama 15 tahun ke depan.  tuturnya. 

Apalagi, lanjut dia, perekonomian Indonesia mulai membaik dan tumbuh di level 3.51 persen saat ini.

Ia menambahkan bahwa pandemi membawa perubahan perilaku manusia menjadi serba digital, sehingga teknologi dapat dimanfaatkan untuk menunjang hubungan interaksi antar manusia. 

Hal ini merupakan peluang untuk dapat berakselerasi dalam transformasi digital di berbagai sektor bisnis sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi. Peluang ini terbuka lebar bagi semua negara dan kuncinya adalah sumber daya manusia. 

"Disinilah UKSW sebagai wadah akademis dapat mempersiapkan sumberdaya manusianya," tandasnya. 

Pihaknya berharap mahasiswa UKSW dapat selalu mengembangkan soft skill maupun hard skill dan membangun jaringan lokal regional maupun global.

Sementara, Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara, SE., M.Sc., Ph.D.,
membahas mengenai Peran Mahasiswa Pasca Pandemi sebagai Agen Perubahan yang Berkarakter dan Berdaya Saing. 

Guna mewujudkan realitas yang sesuai harapan negara ini, dikatakan Neil pemerintah tidak dapat bergerak sendirian. Melalui paparannya Neil menjelaskan mengenai pembentukan mahasiswa sebagai generasi muda agar mampu menghadapi realitas baru itu.

Neil menyebut mahasiswa sebagai generasi muda perlu dikelola sehingga generasi ini bisa berperan aktif menjadi agen perubahan, karena pemuda dapat menjadi kekuatan pembangunan, pendidikan dan pelatihan ketrampilan.

"Pembentukan minoritas yang berdaya cipta di UKSW sendiri adalah sumbangan bagi Republik Indonesia. Guna membentuk mahasiswa dengan profil yang demikian dilakukan melalui tiga skema yakni pendidikan kurikuler, non-kurikuler dan pengembangan diri mandiri," terang Neil.

Neil menekankan apabila hal tersebut berlangsung dengan baik maka diharapkan profil mahasiswa UKSW sebagai kaum intelektual terbuka, terbentuk kaum cendekia yang miliki kepercayaan diri saat menyampaikan sesuatu berdasarkan pada riset dan fakta, serta tidak ragu bertemu siapapun yang berpikiran beda, tapi punya empati dan kerendahan hati.

Ditempat terpisah, ketua panitia PIM UKSW 2021 Michael Bezaleel Wenas, S.Kom., M.Cs., menyebut webinar ini menjadi bagian dari rangkaian PIM yang diadakan kantor Pembantu Rektor III bidang kemahasiswaan dalam rangka Dies Natalis ke-65 UKSW. 

PIM yang diselenggarakan guna mewadahi inovasi dan kreatifitas mahasiswa tersebut memiliki sejumlah agenda lainnya seperti lomba debat, fotografi, vokal, film pendek, tari kreasi, e-sport dan fun games.

Selain itu juga diselenggarakan kompetisi inovasi seperti bina desa, rancang bisnis, program kreatifitas mahasiswa serta pameran inovasi yang terdiri dari pameran board game, robotika, dan pariwisata. 

"Puncaknya, akan diadakan pada 3 Desember mendatang, pada kesempatan tersebut akan dilaksanakan final lomba stand up comedy serta pengumuman juara seluruh kompetisi," tutur Michael. 

Penulis : ern
Editor   : edt