Dorong Inovasi Media Pembelajaran Digital, FIP UPGRIS Gelar Webinar Nasional


MEMAPARKAN : Para pemateri dalam Webinar Nasional FIP Series Il “Inovasi Media Edukasi di Era Digital", yang digelar secara daring pada Minggu (21/11/2021).

SEMARANG, WAWASANCO - Media pembelajaran menjadi sarana untuk mempermudah penyampaian materi pembelajaran kepada siswa, baik di dalam kelas atau pun di luar kelas. Termasuk pemanfaatan media pembelajaran pada pertemuan tatap muka (PTM) atau secara daring atau online. 

Media pembelajaran yang yang menarik, menjadi bagian penting dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran itu sendiri.

Hal tersebut yang mendorong  Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), menggelar Webinar Nasional FIP Series Il “Inovasi Media Edukasi di Era Digital", yang digelar secara daring pada Minggu (21/11/2021).

Dalam Webinar Nasional yang diikuti lebih dari 780-an peserta tersebut, turut menghadirkan dua pembicara utama yakni alumni Prodi BK UPGRIS sekaligus Guru Inspiratif Kemendikbud Ristek Khamdan Muhaimin, S.Pd,Gr serta Duta Rumah Belajar Kemendikbud Ristek Raden Roro Martiningsih, S.Pd, M.Pd.

"Pada masa pandemi ini, banyak kegiatan pembelajaran atau KBM yang dilakukan secara daring, sehingga perlu inovasi dari guru untuk meningkatkan minat belajar siswa, agar mereka bersemangat mengikuti KBM. Untuk meningkatkan minat dan semangat siswa ini, salah satunya dalam KBM perlu didukung dengan media pembelajaran yang menarik dan atraktif," papar Ketua Panitia Webinar Nasional FIP Series II, Dr. Ir. Anita Chandra Dewi S, M.Pd, di sela kegiatan.

Apalagi disaat pandemi covid-19, termasuk seiring dengan perkembangan revolusi industri 4.0, yang turut memberikan perubahan dalam berbagai sektor, termasuk di dunia pendidikan.

"Ciri utama dari revolusi industri ini adalah penggabungan informasi dan teknologi komunikasi dalam bidang industri. Munculnya Revolusi Industri 4.0 menyebabkan adanya perubahan dalam berbagai sektor," lanjutnya. 

Era revolusi industri 4.0 tersebut, ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi, dan batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi.

"Kondisi ini tentu memiliki pengaruh yang besar dalam dunia pendidikan, utamanya dalam hal yang spesifik contohnya media pembelajaran," lanjut Anita.

Dipaparkan, apabila awalnya media yang dirancang oleh sebagian besar insan pendidik, merupakan media yang hanya dapat diterapkan dalam kondisi tatap muka secara langsung (PTM), maka saat ini dengan kondisi pandemi covid-19 sehingga KBM lebih banyak dilakukan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau online, diharapkan dengan pemanfaatan teknologi informasi, setidaknya insan pendidik mulai didorong untuk mampu mengembangkan media yang lebih menarik dan dapat diterapkan dalam kondisi apapun, termasuk untuk PJJ.

"Saat ini sebagian besar proses KBM pendidikan, masih digelar secara PJJ, akibat pandemi covid-19, sehingga guru atau insan pendidik mau tidak mau dipacu harus mampu menyelenggarakan PJJ , dengan berbagai kondisi yang beragam. Termasuk menyediakan media pembelajaran berbasis digital yang menarik," lanjutnya.

Anita menuturkan, pemerataan penguasaan teknologi informasi dikalangan insan pendidik tentu bukan perkara mudah, banyak tantangan yang harus diperjuangkan agar mampu menyelenggarakan PJJ secara ideal.

Awal tahun 2020 saat siswa-siswi harus melaksanakan kegiatan belajar secara daring, banyak keluhan yang muncul: mulai dari materi yang sulit dipahami sampai dengan menumpuknya tugas dalam belajar.

"Sulitnya memahami materi yang diberikan, tentu ini berkaitan erat dengan media yang digunakan oleh insan pendidik, sehingga merancang media yang menarik dengan memberikan inovasi pada media edukasi di era digital, menjadi sebuah kebutuhan utama dalam dunia pendidikan, agar kualitas pendidikan yang terselenggara tetap terjaga," tandasnya.

Pihaknya pun berharap melalui seminar nasional tersebut, para peserta dapat mengenali tantangan dalam perancangan media edukasi yang inovatif, kemudian meningkatkan pengetahuan strategi inovasi media edukasi di era digital, serta mengembangkan kemampuan dalam perancangan media edukasi yang inovatif.

"Harapannya, nantinya mampu mengembangkan pengetahuan serta kemampuan dalam merancang media edukasi yang menarik di era digital. Termasuk para guru dan para mahasiswa calon guru, untuk dapat membuat media pembelajaran yang inovatif, sehingga bisa dipakai dalam KBM," terangnya lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Anita juga menjelaskan para mahasiswa FIP UPGRIS dari tiga prodi yang ada yakni Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Prodi Bimbingan Konseling (BK), mereka juga mengambil mata kuliah multimedia, sebagai mata kuliah pilihan di semester V.

"Harapannya, nanti para mahasiswa FIP UPGRIS juga memiliki kemampuan yang kompetitif di bidang multimedia, termasuk dalam membuat atau mengkreasikan media pembelajaran yang inovatif. Sebab dari seorang guru yang inovatif, juga akan melahirkan siswa yang kreatif dan inovatif," pungkasnya. 

Penulis : arr
Editor   : edt