Hingga November 2021, Kantor Pertanahan Kota Salatiga Berhasil Legalisasi Asset 1.764 Bidang


MENYERAHKAN : Kepala Badan Pertanahan Kota Salatiga Mulyanto saat mendampingi Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyerahkan sertipikat PTSL di Kelurahan Kecandran, Kota Salatiga, Selasa (23/11). Foto: Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO- Hingga bulan November 2021 ini, total target legalisasi asset yang dilakukan Kantor Pertanahan Kota Salatiga sebanyak 1.764 bidang. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pertanahan Kota Salatiga Mulyanto, usai penyerahan sertipikat PTSL di Kelurahan Kecandran, Kota Salatiga, Selasa (23/11). 

Hadir langsung dalam penyerahan itu, Wali Kota Salatiga, pejabat Forkopimcam, serta ratusan warga penerima sertipikat PTSL. 

Mulyanto menjelaskan, dari legalisasi asset sebanyak 1.764 bidang terdiri dari 1.351 bidang dari program PTSL, 25 bidang dari Lintas Sektor/UMKM dan 388 bidang Konsolidasi Tanah. 

"Masih tersisa 500 bidang dari kegiatan PTSL. Sehingga, sudah terealisasi sebanyak 1.764 bidang," kata Mulyanto. 

Sehingga, lanjut dia, dari catatan catatan Kantor Pertanahan Kota Salatiga mendapatkan target legalisasi asset total tahun 2021 sebanyak 2.264 bidang.  

Sementara, Tahun 2022, Kantor Pertanahan Kota Salatiga kembali mendapatkan target legalisasi asset sebanyak 1.400 bidang di kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). 

"Dimana, kita mendapatkan target legalisasi asset berupa Pensertipikatan tanah melalui program PTSL sebanyak 1.851 bidang di Kelurahan Kecandran dan Kelurahan Blotongan," ungkap dia. 

Ada juga, lanjutnya, Lintas Sektor/UMKM sebanyak 25 bidang di Kelurahan Mangunsari dan Kelurahan Cebongan. Konsolidasi Tanah sebanyak 388 bidang di Kelurahan Kauman Kidul. 

Mulyanto memaparkan, untuk tahun 2022 Badan Pertanahan Kota Salatiga rencana yang akan menjadi obyek PTSL adalah Penlok yang sudah menjadi K3.3 tahun sebelumnya. 

"Yaitu di Kelurahan Kumpulrejo, Kelurahan Blotongan dan Kelurahan Kecandran. Dan tidak menutup kemungkinan adanya penambahan Penlok, jika animo masyarakat meningkat," paparnya. 

Terkait kegiatan penyerahan sertipikat, Kantor Pertanahan Kota Salatiga menyerahkan kepada 250 Sertipikat dari program kegiatan PTSL Tahun 2021 di Kelurahan Kecandran Kota Salatiga. 

Dalam kesempatan itu, berkesempatan Wali Kota menyerahkan sendiri kepada perwakilan masyarakat penerima sertipikat. Yuliyanto pun mengapresiasi langkah ditempuh Kantor Pertanahan Kota Salatiga. 

Ia menyebutkan, sampai dengan tahun 2020, tanah-tanah di Kota Salatiga yang telah terdaftar sebanyak 76.933 bidang (sumber : KKP). 

"Ini berarti, kegiatan PTSL merupakan kebijakan Pemerintah yang menjadi Program Strategis Nasional dengan konsep membangun data bidang tanah baru dan sekaligus menjaga kualitas data bidang tanah yang ada agar seluruh bidang-bidang tanah terdaftar lengkap dan akurat," sebut Wali Kota. 

Sebelumnya, dua wilayah di Salatiga yakni Kelurahan Blotongan dan Kelurahan Kecandran juga telah masuk dalam Program peta bidang tanah di Salatiga dengan menargetkan 2.000 bidang. "Sedangkan target sertifikat hak atas tanah sebanyak 1.351 buah," imbuhnya. 

Dari kegiatan legalisasi asset ini, Yuliyanto berharap besar, dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah masyarakat. Sekaligus melalui legalisasi asset ini, memberikan kemudahan pemerintah daerah untuk melakukan penataan kota. 

"Dan memastikan penerima sertipikat tepat sasaran agar mereka dapat memulai peningkatan kualitas hidup yang lebih baik," ucap Wali Kota, mengakhiri penjelasannya. 

Penulis : ern
Editor   : edt