Jelang Tutup Tahun 2021, Prestasi Perumda BPR Bank Salatiga 'Moncer'


MENYERAHKAN : Direktur Perusahaan Umum  Daerah (Perumda) BPR Bank Salatiga Dartho Soeprijadi SE MSi saat menyerahkan laporan kepada Ketua Dewan Pengawas Dr Siwwo Hartanto SE MSi, di Salatiga, Selasa (1/11). Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO - Sejak 22 Januari 2021 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui perubahan badan hukum dari PD BPR Bank Salatiga menjadi Perumda BPR Bank Salatiga, prestasi bank plat merah milik Pemkot Salatiga itu kian 'moncer' hampir di semua lini. 

Terbukti, sejak dua tahun terakhir peningkatan kinerja keuangan khususnya Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami peningkatan. 

Belum lagi, aset yang berhasil terkumpul hingga Desember 2021 mencapai Rp 136.758.100. 

Bahkan sejak pegang Direktur Perumda BPR Bank Salatiga Dartho Soeprijadi SE MSi, Perumda ini
berhasil merecoverynya. 

Kepada wartawan yang menemuinya di ruang kerjanya Rabu (1/12), Dartho Soeprijadi mengungkapkan hingga Oktober 2021 lalu DPK mencapai 76 miliar. 

"DPK kita baik Pengucuran Kredit, NPL hingga Oktober 2021 itu mencapai Rp 76 miliar. Sehingga, tercatat dari Desember 2020 mengalami kenaikan 74 miliar," ujar Dartho Soeprijadi SE MSi kepada WAWASANCO, Rabu (1/12). 

Begitu pula dalam hal pengucuran kredit sampai dengan saat ini, Perumda BPR Bank Salatiga mencapai Rp 108,07 miliar. 

Ia pun menjabarkan, proyeksi neraca Perumda BPR Bank Salatiga rencana bisnis Bank Tahun 2022  kredit yang dikucurkan hingga Oktober 2021 terealisasi sebesar Rp 108.071.366. 

"Dengan proyeksi pada bulan November 2021 sebesar Rp 108.697.069. Dan pada bulan Desember 2021 sebesar Rp 108. 470.324," paparnya. 

Untuk proyeksi 2022 pada bulan Juni sebesar Rp 112.633.096 dan pada bulan Desember 117.159.883. Ini berarti, proyeksi pertumbuhan per bulan 724.130.  

Sejumlah peningkatan itu, diakui 
Darto Soeprijadi setelah pihaknya bekerja keras melakukan perbaikan internal secara menyeluruh. 

Termasuk, monitoring serta pengarahan bersifat motivasi pegawai terus diakukan.
"Dengan demikian harapannya kedepan Bank Salatiga akan semakin baik,” tandas didampingi Ketua Dewan Pengawas Dr Siwwo Hartanto SE MSi, Anggota Dewan Pengawas Budi Prasetyo serta Direktur Kepatuhan Kelik. 

Sementara Ketua DPRD Dance Ishak Palit ditempat terpisah melontarkan harapannya agar Perumda BPR Bank Salatiga mampu mengejar target 4.000 nasabah di tahun 2021. 

"Dal catatan kami, hingga Desember 2020 saja nasabah Bank Salatiga tercatat sebanyak 1.911 nasabah. Dimana, 600 nasabah adalah PNS," papar Dance. 

Artinya, lanjut dia, kepercayaan masyarakat terhadap bank Salatiga masih tinggi. 

Oleh karenanya di tahun 2021 dan seterusnya diharapkan management yang baru dapat bekerja keras untuk mendapatkan nasabah sebanyak mungkin. 

Hal senada dilontarkan Wali Kota Salatiga Yuliyanto. Ia mengapresi upaya internal jajaran Perumda Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Salatiga dengan kepemimpinan Dartho Soeprijadi SE MSi mampu memanfaatkan momentum pergantian manajemen yang baru, sebagai dasar untuk berbenah menuju perbaikan kinerja. 

Yuliyanto berharap, hingga akhir tahun 2025 yang sesuai dengan renstra bisa menciptakan bank yang sehat, bank yang tumbuh, naik kelas dengan modal inti lebih dari Rp 50 miliar, menghasilkan laba akumulasi positif, dan memberikan kontribusi PAD ke Pemerintah Kota Salatiga. 

Pihaknya yakin, Perumda BPR Bank Salatiga mampu menjadi bank yang berintegritas dan mendukung pencapaian visi pembangunan Kota Salatiga, Jawa Tengah. 

"Terus menjaga integritas karyawan dengan karakter bekerja yang baik, jujur, bekerja keras, inovatif, dan disiplin. Sehingga kita yakin dan siap menjawab tantangan kebutuhan masyarakat Kota Salatiga di masa depan," imbuhnya. 

Sedangkan Ketua Dewan Pengawas Dr Siwwo Hartanto SE MSi menerangkan, Pemkot Salatiga yang memiliki tiga BUMD dengan 100 persen ke kepemilikan Shama yaitu BPR Bank Salatiga, PDAM dan PDAU total penyertaan modalnya sampai dengan tahun 2021 mencapai 74,9 miliar. 

"Secara garis besar, kinerja keuangan di 2021 semakin membaik. Bahkan, total laba di tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp 8,25 miliar sampai dengan akhir Oktober 2021 telah tercapai sebesar Rp 8,66 miliar atau mengalami peningkatan 105,6 persen dari target setahun," imbuhnya. 

 

Penulis : ern
Editor   : edt