Anggota DPR RI Tuti Roosdiono Salurkan Ribuan Beras Premium Bergambar Puan Maharani di Salatiga


MENYERAHKAN : Anggota DPR RI dari Komisi IX Tuti Roosdiono menyerahkan paket beras bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani kepada rakyat terdampak pandemi Covid-19 di Salatiga, Senin (3/1). Foto: Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO. Anggota DPR RI dari Komisi IX Tuti N Roosdiono menyalurkan ribuan paket beras bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani kepada rakyat terdampak pandemi Covid-19 di Salatiga, Senin (3/1). 

Menggandeng anggota Legislator PDIP Salatiga, tampak hadir dalam kegiatan itu Ketua DPC PDIP Salatiga yang juga Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit dan seluruh anggotanya Fraksi PDIP DPRD Salatiga. 

Kepada wartawan, Tuti Roosdiono mengatakan 2000-an paket beras bentuk kepedulian Ketua DPR RI yang juga cucu Ploklamator RI Bung Karno, Puan Maharani. 

"Kita tetap bersyukur dan ini adalah wujud dari kepedihan dari Mbak Puan Maharani karena satu-satunya wanita Ketua DPR RI," kata Tuti Roosdiono. 

Kepedulian Puan Maharani kepada 'wong cilik' di tengah kesulitan ekonomi di masa pemulihan pandemi Covid-19 sekaligus sesuai arahan dari Ibu Ketua Umum, Hj. Megawati Soekarnoputri. 

Tuti juga menyampaikan salam Puan Maharani ditujukan masyarakat Salatiga..

"Mbak Puan yang merupakan cucu Bung Karno ini mengirim beras kepada masyarakat sekaligus titip salam sekaligus berharap bapak ibu semua selalu dalam keadaan sehat walafiat," imbuhnya. 

Bantuan beras yang dibagikan sebelumnya dibeli langsung dari petani di kawasan Kabupaten Semarang, selanjutnya disebar di empat kecamatan di Kota Salatiga. 

Ada pun paket yang dikemas dalam plastik bergambar Puan Maharani itu berisi 5 kg beras premium. Dari tangganya sendiri Tuti Roosdiono menyerahkan bantuan, diakuinya  ingin membuktikan jika Wakil Rakyat seperti dirinya yang duduk di DPR RI untuk turun ke bawah. Dan kehadirannya langsung adalah salah satu kerja nyata wakil rakyat. 

"Kami harus tetap turun ke bawah dengan mematuhi protokol kesehatan tidak hanya sekedar menyapa tapi juga berbuat bagi rakyat," ungkapnya. 

Terkait beras yang dibeli langsung dari petani di kawasan Kabupaten Semarang diakuinya langkah tersebut wujud mengakselerasi gotong royong dalam membantu rakyat terdampak pandemi Covid-19.  

Sementara, Ketua DPC PDIP Salatiga Dance Ishak Palit dalam kesempatan itu menyinggung perihal wajah baru struktur organisasi internal DPC Salatiga. 

"Sejak tanggal 13 Desember saya Ketua DPC PDIP Salatiga yang ditandatangani langsung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, bukan dalam bentuk hologram," tandasnya. 

Sedangkan, duduk sebagai Sekretaris DPC PDIP Dian. Dengan wajah baru DPC PDIP Salatiga ia menyebutkan jika PDIP bukan milik orang perorang. Melainkan milik partai, dengan tegak lurus perintah Ketua umum. 

Untuk itu, Dance kembali mengajak para kader, pengurus serta loyalis berpegang teguh pada marwah partai. 

"DPC PDIP Salatiga terus memiliki peran serta berdampak luas ke masyarakat. Kembali saya tegaskan, PDIP bukan orang perorang. Dan PDIP itu tegak lurus bukan pada orang, tapi pada partai," tandasnya.  

Kemenangan PDIP, lanjut dia, bukan menjadi kemenangan orang perorang tapi partai melalui orang per orang di legislatif. 

Begitu juga di tubuh legislator yang duduk di DPRD Salatiga, Dance menandaskan, jika petugas partai tidak ada blok. 
"Karena pada saatnya, akan ada tugas. Dampak PDIP ke masyarakat harus tampak. Tarmasuk, pada hari Minggu adalah hari ulang tahun ke 49 tahun akan dilakukan bersama rakyat di Pancuran. Dan siap menjadi Kampung Banteng," paparnya. 

Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit juga mengajak kepada semua fungsional, kader serta pengurus dari anak ranting hingga DPC PDIP Salatiga menjadikan tahun baru sebagai semangat baru dan solid. 

"Kedepan, proses pertempuran jelas kekuatan kita di data. DPC, PAC, dan ranting harus ada peran dan mengetahui kekuatan dan kelemahannya," imbuhnya. 

Jangan lupa, pungkasnya, PDIP Salatiga tidak sendiri. Ia menyebut ada 'Bintang' empat yakni Tuti Roosdiono, 'Bintang' Tiga Bambang 'Kribo'. "Semua akan diputuskan bersama. Dan mulai rapat PAC, ranting satu bulan satu kali. Semua Legislatif bisa dilibatkan," ucapnya.

Seperti diketahui, pasca mundurnya Teddy Sulistio sebagai Ketua DPC PDIP sekaligus anggota DPRD Salatiga banyak bertanya-tanya perihal mengapa Dance Ishak Palit bisa menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Salatiga. 

 

Penulis : ern
Editor   : edt