Rektor UPGRIS : Bentuk Ketrampilan, Soft Skill dan Hard Skill Mahasiswa Lewat Berorgansiasi di Lemawa Ormawa


MELANTIK : Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr.Muhdi, S.H., M.Hum dalam Pelantikan Pengurus Lembaga Mahasiswa (Lemawa) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Masa bakti 22021/2022 termasuk para pembina, di Gedung Balairung, Selasa (4/1/2022).

SEMARANG, WAWASANCO - Belajar berorganisasi melalui  Lembaga Mahasiswa (Lemawa) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa), mampu membentuk keterampilan softskill dan hard skill mahasiswa.

Kemampuan tersebut nantinya sangat bermanfaat bagi mahasiswa, dalam membentuk karakter. Termasuk kemampuan dalam berkomunikasi, karakteristik seseorang, kecerdasan sosial yang melekat, serta kemampuan beradaptasi yang baik di dalam kehidupan maupun dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr.Muhdi, S.H., M.Hum dalam sambutannya di acara Pelantikan Pengurus Lembaga Mahasiswa (Lemawa) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Masa bakti 22021/2022, di Gedung Balairung, Selasa (4/1/2022).

“Berproses di organisasi akan melatih mahasiswa untuk terbiasa tampil di depan publik, mengasah komunikasi agar terbiasa berhadapan dengan banyak orang. Ini yang penting, bagaimana para mahasiswa kelak bisa fasih menjalin komunikasi dengan berbagai orang dari berbagai latar belakang,” paparnya.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga bisa belajar tentang bagaimana mengelola organisasi, memanajemen waktu, serta menggali keterampilan diri lainnya.

"Mahasiswa mempunyai kesempatan luar biasa untuk menjadi orang kreatif, kritis, di samping mengasah karakter," ucapnya.

Pada organisasi mahasiswa juga terdapat wahana untuk mengembangkan minat bakat di dunia seni dan olahraga.

Jika bisa, mahasiswa meniti prestasi melalui organisasi yang mengembangkan minat dan bakat mahasiswa.

Muhdi menjelaskan, terdapat berbagai macam organisasi yang bisa diikuti. Untuk struktural, misalnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa, atau BEM di tingkat fakultas.

Sedangkan berdasarkan minat dan bakat, mahasiswa bisa mengikuti organisasi olahraga dan seni.

Muhdi juga memaparkan, mereka yang aktif dalam berorganisasi umumnya menjadi sosok yang sukses dikemudian hari.

Hal tersebut dikarenakan komunikasi dan proses kreatif untuk terus mengembangkan diri, yang terus diasah terbukti nyata menjadikan mahasiswa yang aktif Ormawa/Lemawa sukses di bidang yang mereka tekuni.

“Saya sering berdiskusi dengan para alumnus yang sukses di bidang mereka, dan mereka menyatakan bahwa kenyamanan dalam berproses di kampus inilah yang menyebabkan mereka bisa terus mengasah kemampuan sampai benar-benar matang,”  papar Muhdi.

Dirinya memberikan contoh alumni UPGRIS yang aktif di organisasi dan saat ini meniti karir di dunia kerja yang berkorelasi dengan kegiatan yang diikuti selama jadi mahasiswa.

"Sebut saja Furry (Furry Setya Raharja/artis sinetron) dulu dia senang mengikuti teater, ya ternyata memang masa depannya di situ.

Kemudian Kustiyo (Leak Kustiyo/pimpinan media) yang dulu aktif di Vokal (lembaga pers mahasiswa UPGRIS) saat ini sudah menjadi direksi di perusahaan media besar," ucapnya.

Mengikuti organisasi juga membangun relasi sejak dini di kampus. Biasanya organisasi mahasiswa akan sering berinteraksi lebih dengan para dosen dan tendik kampus lainnya. Hal tersebut menjadi poin tambahan membangun relasi yang baik.

Sementara, dalam pelantikan tersebut, tercatat ada 1.890 pengurus baru yang dilantik secara daring dan luring, meliputi Himpunan Mahasiswa, BEM, Fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa, Lembaga Mahasiswa, serta tiga lembaga tinggi, yaitu Dewan Perwakilan Mahasiswa, Badan Eksekutif mahasiswa, serta Lembaga Keuangan Mahasiswa.

Penulis : arr
Editor   : edt