Diminta Membaca Nama di KK, Hingga Berswafoto dengan Robot Transformers

  • Cara Jitu Alihkan Perhatian Anak Saat Disuntik Vaksin

MENGALIHKAN : Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat mengalihkan perhatian siswa SD yang hendak divaksinasi di SD 06 Salatiga, Senin (10/1). Foto: Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO. Diminta membaca namanya di Kartu Kelurga (KK) hingga bermain hingga berswafoto dengan robot Transformers, cara jitu mengalihkan perhatian anak-anak saat menjalankan divaksinasi, Senin (10/1). 

Upaya ini pun tak sisa-sisa. Ribuan anak dari sembilan Sekolah Dasar (SD) di Salatiga menjalankan vaksinasi.  

Tercatat, dalam sehari 1027 siswa tingkat SD di Kota Salatiga mendapatkan vaksinasi Covid-19. 

Wali Kota Salatiga Yuliyanto yang datang langsung melakukan pengecekan dari proses awal antrean pendaftaran, screening, penyuntikan vaksin, tempat istirahat siswa yang telah divaksin, input data kartu vaksin, hingga berkenan foto bersama dengan maskot dua robot yang didatangkan untuk menjadi hiburan swafoto siswa mengapresiasi keberanian para siswa SD usia 6-11 tahun mengikuti vaksinasi. 

Hari ini Alhamdulillah, saya dengan pak Kapolres hari ini dengan ibu kepala sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan juga bisa melihat secara langsung pelaksanaan dan kegiatan vaksinasi," tandas Wali Kota. 

Ia pun mengimbau kepada para orang tua untuk tidak percaya dengan kabar hoak terkait vaksinasi anak. 

"Jangan dipercaya, ini (vaksinasi) bagian dari impian kita kerjasama antara TNI Polri dan pemerintah kota Salatiga untuk menyelesaikan vaksinasi di usia 6-11 tahun ini. Karena vaksinasi ini bagian dari  pembentukan 'herd immunity' yang ada di kota Salatiga," pungkasnya. 

Ia juga menekankan agar pihak sekolahan memperhatikan fasilitas penunjang seperti menyediakan sarana cuci tangan, mengatur jarak tempat duduk serta menggunakan masker di sekolah.

"Bahwa protokol kesehatan menjadi perhatian kita semua, terutama di lingkungan sekolah, penerapan ini diwajibkan baik kepada siswa maupun guru dan staf," ucap Yuliyanto.

Ada pun, siswa tingkat SD yang mengikuti vaksinasi kali ini adalah SD Sidorejo Lor 1 dan 5, SDN Sidorejo Lor 3 dan 7, SDN Sidorejo Lor 2, SDN Sidorejo Lor 6, SDN Pulutan 2, MI Maarif Pulutan, dan MI Blotongan.

Sementara, Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana, S.H, S.I.K, M.Si., menambahkan jajarannya bersama personil gabungan TNI dan pihak terkait melakukan monitoring pembelajaran tatap muka (PTM) secara rutin di Salatiga. 

"Upaya ini untuk menekan penyebaran Covid-19 sekaligus dengan monitoring PTM melihat secara langsung penerapkan protokol kesehatan," terangnya. 

Ia menjelaskan, bersama Pemda Salatiga pihaknya melakukan monitoring sejalan dengan adanya varian baru yaitu Omicron. 

Monitoring penerapan Prokes bagi sekolah yang melaksanakan PTM dilaksanakan oleh seluruh jajarannya dibantu rekan TNI dan stakeholder terkait. 

Untuk itu, kepada seluruh siswa Kapolres menekankan selain disiplin Protkes juga lebih disiplin belajar dan tidak boleh bandel, yang menjurus perbuatan pidana. 

Selain memberikan pemahaman  pentingnya penerapan Protkes, Kapolres Salatiga bersama Jajaran Forkopimda juga bersosialisasi membina kedekatan dengan siswa,  pengalaman selama pembelajaran secara daring atau online. 

Tentunya banyak kendala dan halangan untuk itu agar PTM dapat terus berjalan dengan baik semua pihak harus dengan penuh kesadaran disiplin menerapkan Prokes, selain itu bagi siswa yang belum vaksin agar segera vaksin.
 

Penulis : ern
Editor   : edt