Pelajar SMK di Demak Diduga Terlibat Aksi Pembunuhan


DEMAK, WAWASANCO-Seorang pelajar SMK diduga terlibat aksi pembunuhan. Menyusul ditemukannya sejumlah barang bukti di rumahnya di Desa Waru Kecamatan Mranggen, lengkap dengan bercak darah korban yang telah mengering.

Setelah kurang lebih sebulan melakukan penyelidikan, kasus pembunuhan atau percobaan pencurian dengan kekerasan (curas) hingga mengakibatkan korban tewas di Jalan Raya Bulusari - Blerong pada 13 Desember 2021terungkap. Satu dari empat tersangka pelaku dibekuk, setelah petugas Satreskrim Polres Demak menemukan sejumlah barang bukti memberatkan di kediaman tersangka.

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono melalui Kasat Reskrim AKP Agil Widiyas Sampurna saat konferensi pers menjelaskan, penangkapan tersangka MRM (17) mendasar pada keterangan saksi juga sejumlah barang bukti. Di tempat tinggalnya di kawasan Desa Waru Kecamatan Mranggen, polisi menemukan sebuah celurit, celana juga baju lengkap dengan bercak darah korban.

"Hasil pemeriksaan Bidlabfor Polda Jateng, bercak darah di beberapa barang bukti, juga yang kami ambil dari potongan kuku tersangka,  cocok dengan DNA darah korban. Sehingga memperkuat keterangan saksi yang melihat ciri-ciri salah satu tersangka," kata Agil Widiyas Sampurna didampingi Kasubbag Humas Iptu Guyub Kartono, Rabu (12/1).

Karena masih tergolong anak, pelajar SMK yang terbukti melanggar pasal 388 KUHP Jo 55 atau pasal 365 ayat 4 Jo pasal 53 KUHP atau pasal 170 KUHP diperlakukan hukum sesuai tata cara anak berkonflik dengan hukum. Bahkan karena terlibat kasus dugaan pencurian dengan kekerasan di tempat kejadian perkara (TKP) lain pula, MRM saat ini sedang juga menjalani persidangan perkara curas. 

Seperti diberitakan, Syaefudin (32) meregang nyawa di pinggir jalan Blerong Gubtur - Bulusari Sayung pada tengah malam Senin (13/12). Dua orang saksi mengetahui tindak kejahatan percobaan curas itu dan spontan teriak hingga membangunkan warga lain. Sehingga berhasil menggagalkan aksi kriminal itu, meski korban yang merupakan warga Desa Gaji Guntur tak tertolong jiwanya   

"Menurut keterangan saksi, pelaku lebih dari satu karena mengendari dua kendaraan bermotor. Identitas mereka sudah kami kantongi, maka itu dihimbau para tersangka pelaku menyerahkan diri," kata Kasat Reskrim Agil Widiyas Sampurna.

Sehubungan itu tersangka terancam hukuman seumur hidup. Atau hukuman penjara paling lama 20 tahun.

Penulis : ssj
Editor   : edt