Tim Pengabdian UPGRIS Garap Potensi Batik Linggo, Ini Harapannya


Anggota Pengabdian UPGRIS Dr. Maria Ulfah, S.Si, M.Pd bersama Zachroni, pemilik Batik Linggo Limbangan , kemarin.

KENDAL, WAWASANCO - Kabupaten Kendal memiliki industri UMKM konveksi, khususnya batik, yang dibuat dengan motif dan pola khas masyarakat Kendal.

Motif batik yang berkembang di wilayah Kendal tersebut, mengadopsi ciri batik khas pesisir, sehingga memiliki pola yang bebas dan tidak ada pakem yang harus dipatuhi.

Jenis motif yang terkenal dari Kabupaten Kendal diantaranya motif Kaliwungu, motif Weleri serta motif  Limbangan.

Perkembangan industri batik di daerah Kendal ini cukup baik, salah satunya Batik Linggo Limbangan Kendal.

Namun sayang, dalam perkembanganya Batik Linggo Limbangan Kendal belum menjadi unggulan wilayah tersebut. 

Hal tersebut mendorong Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang ((UPGRIS), yang terdiri atas Dr. Endah Rita Sulistya Dewi, M.Si, Dr. Ary Susatyo Nugroho, M.Si dan Dr. Maria Ulfah, S.Si, M.Pd melakukan penyuluhan dan pelatihan bagi pengrajin batik di wilayah Gonoharjo Limbangan Kendal.

Pendampinga  tersebut bertujuan agar para pengrajin batuk di wilayah tersebut, mendapatkan pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan pengembangan Batik Linggo Limbangan Kendal, sebagai unggulan daerah Kendal secara mandiri. 

Menurut Ketua Tim Pengabdian UPGRIS, Dr. Endah Rita Sulistya Dewi, M.Si, sejumlah kegiatan sudah dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UPGRIS.

"Antara lain, pemberian penyuluhan dan pelatihan tentang pengembangan motif batik Limbangan. Termasuk teknik pembuatan motif batik baru berbasis wilayah dan gambaran kehidupan masyarakat Limbangan," terangnya. 

Selain itu pihaknya juga menggelar penyuluhan dan pelatihan tentang teknik pembuatan pewarna batik alami yang ramah lingkungan, hingga pelatihan tentang digital marketing. 

"Pengrajin Batik Linggo akan diberikan keterampilan dalam mengembangkan batik Linggo Limbangan, mengembangkan motif motif baru khas wilayah Limbangan yang nantinya akan menjadi Hak Kekayaan Intelektual UMKM Batik Linggo Limbangan," tambahnya.

Anggota Tim Pengabdian UPGRIS Dr. Ary Susatyo Nugroho, M.Si menambahkan, dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dihasilkan 3 motif Batik Linggo yang sudah mendapatkan Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Ketiganya yaitu Motif Batik Beras Padi, Motif Batik Daun Biji Cengkeh dan Motif Daun Biji Kopi.

"Pengrajin Batik Limbangan juga akan diberikan keterampilan, dalam membuat pasta pewarna alami untuk kain batik Linggo Limbangan," terangnya. 

Selain itu pengrajin juga diberikan keterampilan dalam mempromosikan batik Linggo Limbangan.

"Dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat ini juga dihasilkan website Batik Linggo dengan alamat website batiklinggokendal.com, diharapkan Batik Linggo Limbangan Kendal dapat go public, " tambah anggota lainya Tim Pengabdian Masyarakat UPGRIS, Dr. Maria Ulfah, S.Si, M.Pd.

Menurutnya, dengan pengembangan teknologi informasi, berupa online marketing juga dikembangkan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UPGRIS, sehingga Batik Linggo Limbangan.

Harapannya, produk yang dihasilkan lebih mudah diakses konsumen serta memanfaatkan sosial media sebagai media pemasaran. 

Sejauh ini, pengrajin batik di Kendal pada umumnya membuat batik dengan teknik tulis dan juga teknik cap.

Selain itu, beberapa pengrajin batik menggunakan pewarna alam batik.

Pemilihan dengan menggunakan warna alam ini dipilih untuk memberikan ciri khas dan juga menghargai alam lingkungan.

Ciri khas yang terdapat Batik Linggo terdapat pada pewarnaannya yang menggunakan pewarna alam.

Zat warna alam yang digunakan masih sangat terbatas pada jenis kayu (jambal, tegeran, tingi, mahoni, dan secang), daun (tom/indigofera), dan biji jalawe.

"Hal ini dilakukan juga dilakukan Zachroni pemilik Batik Linggo, yang lokasinya berada di daerah Desa Gono Barat Gonoharjo Limbangan Kendal," lanjut Ulfah. 

Motif batik yang menjadi sumber inspirasi dari para seniman batik di wilayah ini adalah berasal dari lokasi sejarah tempat batu lingga yang juga terletak di wilayah tersebut yang memiliki pola seperti bunga.

Berbagai pewarna alam diperoleh dari berbagai bahan alam seperti kayu mahoni, secang dan juga bakau.

Penggunaan warna alami memiliki kelebihan tersendiri dan membuat batik tulis menjadi memiliki nilai lebih terutama bagi masyarakat yang sudah sangat peduli terhadap lingkungan. 

Penulis : arr
Editor   : edt