BUNGA : Petinggi DPC PDIP Salatiga dipimpin Dance Ishak Palit yang juga Ketua DPRD Salatiga saat melakukan tabur bunga di makam Tokoh NU, Salatiga, Senin (31/1). Foto: Ernawaty
SALATIGA, WAWASANCO. Sebagai wujud toleransi, petinggi DPC PDIP Salatiga ziarah ke dua makam tokoh Nahdatul Ulama (NU) di Salatiga, Senin (31/1).
Kegiatan keagamaan dibarengi hujan deras itu, dipimpin langsung Ketua DPC PDIP Salatiga Dance Ishak Palit yang juga Ketua DPRD Salatiga, diikuti pengurus dan seluruh anggota Fraksi PDIP Salatiga.
Ada pun dua makam yang didatangi adalah mantan Ketua MUI Salatiga KH Zaefudin Zuhri di Klumpit, Sidorejo Kidul, Salatiga dan makm dari kakek buyut Gus Dur Presiden RI ke-4, Kiai Abdul Wahid, di Tingkir Lor, Tingkir, Salatiga.
Kepada wartawan, Dance mengatakan tepat hari ini, 31 Januari 2022, NU genap berusia 96 tahun.
"Tanggal ini juga diperingati sebagai Harlah NU. Dan sebagai partai nasionalis ideologi yang Pancasila 1 Juni, PDIP sama halnya dengan NU juga memberikan nuansa atau nafas religius," kata Dance Ishak Palit.
Ziarah ini, ungkapnya, sekaligus sebagai upaya mendoakan tokoh yang telah berjasa di Salatiga serta nasional.
Ia menerangkan, KH Zaefudin Zuhri adalah tokoh besar NU Salatiga jabatan terakhir Ketua MUI Salatiga. Ajaran-ajaran KH Zaefudin Zuhri selalu menekankan terhadap perdamaian Salatiga toleransi Salatiga.
Begitu pula berbicara peran MUI Salatiga sangat besar termasuk adanya Majelis Puasa dalam memberikan masukan serta pengawalan terhadap Kota Salatiga hingga meraih ditetapkan sebagai Kota Tertoleran di Indonesia.
"Warisan-warisan dari tokoh-tokoh NU setidaknya dapat ditanamkan dan diteruskan ke anak cucu," imbuhnya.
Sedangkan pemilihan ziarah ke Makam Kiai Abdul Wahid di Tingkir Lor, Tingkir, Salatiga sekaligus menyampaikan ke masyarakat luas jejak petilasan keluarga Gus Dur yang berada di Salatiga, Jawa Tengah.
Makam Kiai Abdul Wahid, yang terlahir keturunan Kiai Asyari, KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim, dan selanjutnya KH Abdurrachman Wahid atau Gus Dur.
Ditempat yang sama, Istri dari KH Zaefudin Zuhri, Hj Satuf Rohul Hidayah SE mengucapkan syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kedatangan petinggi DPC PDIP Salatiga.
Ia menitip kepada PDIP Salatiga untuk menjadi contoh seluruh Indonesia sebagai Kota Tertoleran.
"Hari ini, adalah tiga tahun atas berpulangnya KH Zaefudin Zuhri. Dan ini penghormatan sangat besar dan menjadi berkah serta manfaat bagi umat," ucap Hidayah.
Penulis : ern
Editor : edt