Inspiratif, Kopling Napi Rutan Salatiga Menjadi Penghafal Al Qur'an


TEKUN : Fernandy, salah satu warga binaan tersandung empat perkara pencurian dan penadahan tekun membaca Al Qur'an, di dalam Rutan Salatiga, Minggu (17/4). Foto: Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO. Kisah inspiratif kembali terkuak di balik jeruji besi Rutan Kelas IIB Salatiga. 

Adalah Fernandy alias Kopling, salah satu warga binaan tersandung empat perkara pencurian dan penadahan dengan lama hukuman 5 Tahun 4 bulan.

Bahkan, dengan semangat pertaubatan yang ia miliki Kopling sekarang menjelma menjadi seorang yang taat beragama hingga mampu sebagai sosok penghafal Al-Qur'an. 

Hal ini dibenarkan Kepala Rutan Salatiga Andri Lesmano. Kepada wartawan, Andri menerangkan jika Nandy bisa menulis Huruf Al Quran, menghafal 2 Juz dalam Al Quran. 

"Sosok ini terus berproses untuk menghafalnya sampai tuntas serta lebih taat beribadah. Apalagi di bulan Ramadan ini," kata Andri Lesmano, Sabtu (18/4). 

Ramadan ini, ungkap dia, menjadi salah satu bulan dinantikan umat muslim di seluruh penjuru dunia tak terkecuali bagi Kopling.  

Keistimewaan dirasakan setiap penghuni Rutan, membuat takjub seluruh penghuni Rutan Salatiga termasuk petugas. 

Dengan perawakan mungil, lincah dan cekatan, Kopling yang dulu dikenal sosok sangat sadis saat masih berkeliaran bebas di luar sana.

Nandy alias Kopling sebutannya, menceritakan hal-hal penting terkait perubahan hidupnya. Apalagi terkait dengan kewajibannya sebagai seorang muslim. Jauh dari kata taat dan sempurna dalam pelaksanaan ibadahnya. Alih-alih menjalankan perintah agama, justru sebaliknya.

"Begitu masuk penjara, kehidupan Nandy terbalik 180 derajat.
Dari sebelumnya tidak pernah menjalankan ibadah puasa , salat hingga tidak bisa membaca Al Quran," paparnya. 

Diawal-awal, Kopling sebelumnya benar-benar tertekan, terasingkan dan sangat membuat memtalnya 'down' karena harus masuk penjara. 

Nasib di penjara akhirnya merubah hidupnya menjadi sosok agamis dan menjadi inspirasi bagi Warga Binaan lain tak terkecuali bagi Petugas.

Kopling menceritakan selama kurang lebih 2 tahun menjalani hukumannya, ia sudah banyak berubah dan menjadi pribadi yang mengenal Tuhan. 

"Istilahnya benar-benar dari 0, jauh dari perintah Agama, sekarang menjadi pribadi yang taat beribadah," beber Kopling. 

Apalagi, selama menjalani puasa Ramadan di tahun 2022 ia dipercaya untun menjadi 'motor' bagi teman-teman warga binaan dalam menjalankan ibadah di Bulan Ramadan ini.

Dari pelaksanaan ibadah puasanya, sholat, tadarus Al Quran hingga ikut membantu menyajikan makanan bagi warga binaan lain.

Namin akhirnya, Kopling mengaku bersyukur dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang melanggar hukum. 

"Masa lalu saya sangat kelam, tetapi saat ini tidak ada kata terlambat untuk berubah dan menjadi pribadi yang taat agama," akunya, penuh semangat.  

Dan setelah bebas nanti ia beranjanji menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

"Saya janji tidak akan mengulangi perbuatan yang melanggar hukum lagi,"ucap Nandy. 

Penulis : ern
Editor   : edt