Prof Suharnomo : Indonesia Menjadi Negara yang Dapat Beradaptasi Terhadap Ekonomi Digital


MEMAPARKAN : Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si saat menyampaikan materi, dalam Webinar Digital Economy and Finance Prospect yang diselenggarakan oleh Prodi Ekonomi Islam FEB Undip bersama dengan Hijra Bank, secara virtual, belum lama ini.

SEMARANG, WAWASANCO - Di era digital ini, kemampuan SDM harus dapat ditingkatkan, mengingat peluangnya sangat besar.

“Menurut data APJII, 20% pengguna internet menggunakan internet lebih dari 8 jam. Ini tentu harus dioptimalkan dan jangan menjadi wasting time, terutama kaum milenial”, papar Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si.

Hal tersebut disampaikannya dalam Webinar Digital Economy and Finance Prospect yang diselenggarakan oleh Prodi Ekonomi Islam Universitas Diponegoro bersama dengan Hijra Bank, secara virtual, belum lama ini.

Prof Suharmono menjelaskan, Indonesia menjadi negara yang dapat beradaptasi terhadap ekonomi teknologi digital

Hal ini dilihat dari jumlah e-commece tertinggi di ASEAN, tren penggunaan instrument ekonomi digital yang mengalami peningkatan, hingga jumlah start-up tertinggi se-ASEAN.

Hal tersebut menjadi modal yang sangat besar dalam mengarungi dunia digital

“Salah satu yang juga dilakukan di FEB Undip adalah adanya inkubator bisnis start-up yang menjadi wadah bagi mahasiswa dari lintas jurusan, termasuk dari Ekonomi Islam, untuk mengembangkan usaha rintisan berbasis digital. Mudah-mudahan ini dapat menjadi inspirasi bagi para mahasiswa lainnya”, ujar Prof. Suharnomo.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengapresiasi kegiatan yang digelar Prodi Ekonomi Islam FEB Universitas Diponegoro tersebut.

“Saya mengapresiasi bahwa Prodi Ekonomi Islam bergerak di bidang yang kekinian, mengikuti zaman dengan adanya kegiatan ini," tandasnya.

Setelah pembukaan dari Dekan FEB, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Andi Tri Haryono, Co-Founder HeyLaw.id sekaligus peneliti INSEFD, serta Wachid Asad Muslimin selaku Direktur ALAMI Institute.

Materi yang disampaikan berkaitan dengan peluang dan tantangan ekonomi dan keuangan Islam di era digital.

Sementara, Darwanto, S.E., M.Si., M.Sy. selaku Ketua Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis (FORDEBI) Jawa Tengah dan Ketua Prodi Ekonomi Islam Undip, dalam closing statement, menuturkan bahwa tujuan webinar tersebut untuk meningkatkan pengetahuan di bidang teknologi bagi para mahasiswa.

“Harapannya mahasiswa Ekonomi Islam dapat melek teknologi keuangan dan mampu bersaing di dunia digital”, ujar Darwanto. ***

Penulis : arr
Editor   : edt