Peringati Hari Kartini, PKPPA UPGRIS Ajak Kaum Perempuan untuk Tangguh dan Mandiri


MEMAPARKAN : Kepala PKPPA LPPM UPGRIS, Dr Arri Handayani memaparkan materi dalam Webinar “Perempuan Tangguh, Generasi Utuh”, Senin 25 April 2022

SEMARANG, WAWASANCO - Perempuan sudah seharusnya tangguh, dalam menghadapi segala perubahan dalam kehidupannya. Ketangguhan perempuan tidak hanya dalam konteks tangguh secara fisik, namun juga tangguh secara nonfisik.

Ketangguhan perempuan secara fisik dapat diberdayakan lebih mudah, dibandingkan secara non fisik. Ketangguhan non fisik perempuan dapat dilihat dani indikator tangguh secara ekonomi, sosial, emosional dan mental. 

Melalui pemberdayaan perempuan, diharapkan dapat terjadi kesetaraan sehingga relasi kuasa yang hadir tidak bersifat negatif atau merugikan salah satu pihak, utamanya perempuan.

Kesetaraan gender inilah yang juga dicetuskan oleh tokoh pahlawan nasional R.A. Kartini.

Berkaitan dengan hal tersebut, dalam rangka memperingati hari Kartini 2022 sekaligus Dies natalis UPGRIS yang ke 41, Pusat Kependudukan Perempuan dan Perlindungan Anak (PKPPA) LPPM Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)  bekerja sama dengan Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Webinar “Perempuan Tangguh, Generasi Utuh”.

Dalam kegiatan yang digelar secara daring pada Senin 25 April 2022 tersebut diikuti sekitar 119 peserta dari para guru, mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum.

"Tujuan kegiatan webinar ini adalah Salah satu kegiatan dalam hal Melaksanakan darma ketiga, yakni Pengabdian kepada Masyarakat, Pemberdayaan perempuan untuk menekan angka kekerasan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperingati Hari Kartini 2022, dan memperingati Dies Natalis ke-41 Universitas PGRI Semarang," papar Ketua Pelaksana Webinar Ika Septiana disela kegiatan.

Pihaknya berharap melalui kegiatan seminar tersebut dapat memberikan masukan terkait kesetaraan dan keadilan gender, yang nantinya dapat disampaikan kepada pemerintah dalam hal ini diwakili Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender Provinsi Jawa Tengah, sehingga dapat ditindak lanjuti.

"Terima kasih Ibu Kartini, kau telah memberikan cahaya dalam kegelapan, telah membuka kesempatan kita para perempuan untuk belajar dan setara.," tandas Ika.

Sementara, Kepala PKPPA LPPM UPGRIS, Dr Arri Handayani mengingatkan peran perempuan pada era digital seperti saat ini.

Kini, perempuan tengah diuji perannya dalam berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, pendidikan, ekonomi hingga kesehatan.

"Tantangan perempuan saat ini banyak sekali, maka harus tangguh dalam berbagai peran. Dalam ranah domestik misalnya, dia harus feminim, sedangkan pada ranah publik, perempuan harus bisa maskulin," terangnya.

Menurutnya, seorang perempuan harus pula memiliki pengabdian tinggi.

Sebagai orang tua misalnya, ia merupakan pendidik dan pengayom pertama, dan perempuan juga dituntut mampu mengeksplorasi diri.

"Sedang sebagai istri, perempuan sekaligus pendamping suami. Ibu adalah tiang dari keluarga. Keluarga yang gagal, karena ibu kurang mampu menjalankan peran domestiknya," imbuhnya.

Pihaknya pun mendorong kepada kaum perempuan agar mampu mandiri dan kreatif. 

Dalam kesempatan tersebut juga hadir sejumlah pembicara lainnya. ***
 

 

Penulis : arr
Editor   : edt