Kerugian Rp 650 Juta, Kejaksaan Salatiga Usut Dugaan Kredit Fiktif di BPR Bank Salatiga Cabang Bawen


Kantor Kejari Salatiga. Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO. Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga tengah mengusut dugaan korupsi di BPR Bank Salatiga Cabang Bawen, Kabupaten Semarang. 

Hal ini dibenarkan Kasi Intelijen Kejari Salatiga, Ariefulloh. 

Saat dikonfirmasi wartawan Senin (9/5), Ariefulloh mengatakan kasus tersebut diperkirakan menelan kerugian negara kurang lebih mencapai Rp 650 juta. 

Dan saat ini, Pidana Khusus Kejari Salatiga yang menangani perkara ini telah masuk ke tahap penyelidikan. 
"Saat ini, tahapan pengusutan kredit fiktif ini masuk tahap penyelidikan," ujarnya. 

Ia menegaskan, jika pada akhirnya cukup bukti perkara akan ditingkatkan ke penyidikan selepas lebaran ini. 
"Kejaksaan Salatiga segera meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan," tegasnya. 

Diketahui, jika dugaan korupsi dengan kerugian kurang lebih mencapai Rp 650 juta di tubuh Bank Plat Merah itu dugaannya dengan modus kredit fiktif.  

Dimana, saat mengucurkan dana ke pihak tertentu di BPR Bank Salatiga (management dahulu) menggunakan puluhan nama orang yang dilakukan oleh oknum mantan pegawai Bank Salatiga.  

Bahkan, setiap orang yang dipakai namanya untuk kredit fiktif di Bank Salatiga diduga dengan nilainya rata-rata Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per orang.

Penulis : ern
Editor   : edt