RPH Salatiga Perketat Penyembelihan Buntut Ditemukan PMK di Daerah Tetangga


Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga Henny Mulyani. Foto: Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO. Buntut ditemukannya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di daerah tetangga Kabupaten Boyolali, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Salatiga melakukan pengetatan penyembelihan. 

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga Henny Mulyani mengatakan, salah satu upaya pengetatan itu yakni pelaksanaan SOP penyembelihan di  RPH Salatiga. 

"Dinas Pangan Kota Salatiga melakukan pengetatan penyembelihan di RPH menyusul ditemukannya kasus PKM di Kabupaten Boyolali," kata Henny Mulyani saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (11/5) malam. 

Ia menjelaskan, syarat pemotongan di RPH Salatiga harus melampirkan berupa SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan). 

Surat ini diakuinya bersifat wajib dimiliki sapi yang akan disembelih di RPH Salatiga. 

Upaya lain tengah siapkan Dinas Pangan Kota Salatiga yakni sedang menyusun SE sebagai upaya pencegahan penyebaran PMK. 

"Sekaligus menyiapkan SOP Penanganan PMK jika Allah Berkehendak ada kasus PMK di Salatiga. Mulai Minggu ini Insyaa Allah kami melakukan KIE kepada Peternak dan warga Salatiga, baik luring maupun melalui media leaflet, radio dan sebagainnya," lanjut dia. 

Meski demikian, Henny memastikan di Salatiga sampai saat ini belum ditemukan kasus PMK. 

"Alhamdulillàah di Salatiga belum ditemukan kasus PMK," tandasnya. 

Sebagai informasi, kasus PMK adalah penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi ditemukan di Kabupaten Boyolali belum lama ini. 

 

Penulis : ern
Editor   : edt