Dukung Program Swasembada Pangan, UKSW Gandeng Kadirejo Tanam Kedelai Varietas Unggulan


MENUNJUKKAN : Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc, Ph.D., bersama unsur pemerintahan saat melakukan menunjukkan benih kedelai varietas unggul di lahan Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (10/05) sore. Foto: Ernawaty

UNGARAN, WAWASANCO. Sebanyak 30 kilogram bibit kedelai yang terdiri dari varietas unggulan yakni Sugentan dan Gamasugen diserahkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk ditanam di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. 

"Nantinya, benih ini akan ditanam di tanah seluas 1 hektar yang akan dijadikan percontohan penanaman kedelai untuk mencapai swasembada pangan, khususnya kedelai," kata Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc, Ph.D., saat melakukan penanaman benih kedelai varietas unggul di lahan Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (10/05) sore. 

Acara di Desa Kadirejo ini menjadi bagian dari kegiatan UKSW Leaders Forum yang berlangsung mulai Selasa (10/05) sampai Jumat (13/05). 

Bersama Bupati Kabupaten Semarang  H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., dan anggota Komisi V DPR RI Drs. Fadholi, M.I.Kom., penanaman benih varietas unggul hasil pengembangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini juga dihadiri oleh Riyadi Kepala Desa Kadirejo, Sinung Nugroho Rachmadi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, Wiratno Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Prof. Ir. Yohanes Sardjono, APU., perwakilan BRIN, dan Dr. Ngadiman, S.H., S.E., M.Si., Ketua Umum Asosiasi Pariwisata Nasional (ASPARNAS). 

Bersamaan dengan penanaman benih juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Kadirejo Agro Park dan Research Center yang letaknya tidak jauh dari demplot penanaman benih kedelai.

Neil Rupidara menyampaikan, Desa Kadirejo merupakan salah satu desa binaan UKSW di Kabupaten Semarang. 

"Sebagai sebuah universitas yang tidak bisa lepas dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, Neil mengatakan salah satu concern UKSW adalah memajukan desa yang ada disekitar wilayah kampus," tandasnya. 

 Dengan kerja sama ini ia mengajak semua pihak berpikir bersama memajukan desa tanpa kehilangan karakter sumber daya seni dan budayanya. 

Tentunya, dengan sumber daya yang dimiliki UKSW dan kerja sama semua elemen diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa lainnya, di Pabelan dan Kabupaten Semarang. 

Sementara, Bupati Kabupaten Semarang berharap pembangunan desa dengan melibatkan perguruan tinggi dapat memajukan desa di wilayahnya. Dirinya juga menyambut baik kerja sama dengan UKSW dan program penanaman kedelai pengembangan BRIN dimana Desa Kadirejo menjadi desa pertama yang mendapat kesempatan menanamnya.

Ditempat yang sama, Riyadi mengungkapkan program penanaman kedelai yang juga melibatkan Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW ini merupakan salah satu upaya untuk menjadikan Desa Kadirejo menjadi desa swasembada pangan. 

"Diharapkan nantinya dapat berimbas positif pada perekonomian warga. Dikatakannya, pengembangan yang dilakukan terintegrasi dengan peternakan dan juga perikanan," pungkasnya. 

Ia menambahkan, selain penanaman kedelai juga akan dibangun Kadirejo Agro Park dimana akan ada pasar tani untuk jual beli hasil petanian peternakan, pertanian dan UMKM. 

"Sehingga perekonomian warga meningkat dan mengentaskan penduduk pra sejahtera," imbuhnya. 

Penulis : ern
Editor   : edt