Halal Bi Halal SMAN 11 Semarang, Guru dan Siswa Perkuat 3S untuk Sholeh, Selamat dan Sukses


SEMARANG, WAWASANCO - Bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah setelah libur dalam rangka cuti bersama dan memperingati Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, SMA Negeri 11 Semarang menggelar kegiatan apel pagi yang kemudian dilanjutkan dengan halal bi halal.

Kegiatan apel dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ahmad Rifai, S.Pd., M.Si mewakili Plt Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang.

Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa X dan XI SMA Negeri 11 Semarang, dalam arahan yang diberikan, Ahmad Rifai mengatakan salah satunya untuk kembali ke fitrahnya atau kembali ke suci setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah bulan puasa, khususnya bagi yang beragama Islam.

"Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, ada salah kepala sekolah pada guru-guru, salah guru pada siswa, dan juga salah siswa pada guru, secara pribadi dan mewakili seluruh guru karyawan SMA Negeri 11 Semarang kami juga mengucapkan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Minal Aidzin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin” ujar Ahmad Rifai, disela kegiatan, belum lama ini.

“Kini saatnya kita semua terutama para siswa SMA Negeri 11 Semarang fokus dan kembali belajar guna melanjutkan proses ataupun kegiatan belajar mengajar yang tinggal beberapa minggu lagi akan selesai dan dilanjutkan juga persiapan Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang rencana dilaksanakan mulai tanggal 30 Mei 2022," lanjutnya.

Ahmad Nur Fauzan, S.Pd.I ., M.Si selaku Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) SMA Negeri 11 Semarang memberikan kultum singkatnya dan memberikan tausiahnya terkait kegiatan Halal Bi Halal.

Dipaparkab, sejatinya Halal Bi Halal merupakan budaya atau tradisi kita masyarakat Indonesia.

Prinsip toleransi dan tentunya saling memaafkan menjadikan kita semakin solid dan tangguh dalam melaksanakan kehidupan sosial di masyarakat.

"Halal Bi Halal merupakan sarana untuk saling memaafkan setelah kita semua melalui bulan suci Ramadhan," terangnya.

Dijelaskan, Lebaran atau Idul Fitri yang dalam bahasa Jawa berarti Lebar (selesai atau sudah usai), kemudian dilanjutkan dengan Luberan (berlebih) megingatkan kita terutama bagi yang memiliki rejeki berlebih atau melimpah agar tetap ingat untuk bershodaqoh dan berbagi terhadap sesama terutama yang lebih membutuhkan, Leburan (sudah habis atau lebur) artinya adalah semua dosa dan kesalahan semoga di bulan Syawal ini agar bisa dilebur dengan saling memaafkan.

"Terakhir yaitu Laburan (labur) ibarat kapur sebagai penjernih air ataupun pemutih dinding tembok. Semoga kita semua menjadi manusia yang kembali suci lahir dan batin," urainya lebih lanjut.

Salah satu Guru Pendidikan Agama Islam, Muhammad Sholeh, S.Pd., M.Pd. menambahkan ada banyak makna yang dipetik di bulan Syawal dan Idul Fitri, salah satunya disimbolkan dengan adanya Kupat dan Lepet, yang memiliki Filosofi yaitu kupat (ngaku lepat) atau lepet (silep kang rapet).

"Mari kita tingkatkan hubungan atau simbiosis pada ekosistem sekolah yang baik dengan melakukan “3S untuk 3S”. “Senyum, sapa, dan salam untuk menjadi sholeh, selamat dan sukses dunia akhirat," tandas Muhammad Sholeh.
 

Penulis : rls
Editor   : edt