Kapolres Jepara Tegaskan Tewasnya FR Murni Pengeroyokan Kelompok Bukan Tawuran Desa


PATROLI : Kapolres Jepara Warsono patroli dengan tokoh masyarakat Jepara, kemarin. Foto : ist

JEPARA, WAWASANCO- Kapolres Jepara Warsono menegaskan, jika peristiwa pengeroyokan menewaskan FR (30) warga Desa Muryolobo Kecamatan Nalumsari, Jepara pada Minggu (15/5) lalu bukan sebuah tawuran antar desa. 

"Tewasnya FR (30) bukan merupakan perang atau tawuran antar pemuda, melainkan murni pengeroyokan yang motifnya belum diketahui sampai nanti pelaku tertangkap," kata Kapolres Jepara AKBP Warsono, kemarin. 

Ia mengungkapkan, warga Jepara sering mengait-ngaitkan kejadian yang sudah pernah terjadi sebelumnya dengan ungkapan 'dendam lama' antara Desa yang satu dengan Desa yang lainnya. 

'Dendam lama' itu, diakuinya terjadi jika pada hari-hari besar dan pasca hiburan orkes atau dangdutan di wilayah itu. 
"Warga Jepara itu senang dengan situasi damai dan harmonis, bukan konflik," imbuh Warsono.

Informasi yang beredar di warga, terkait dengan peristiwa yang menewaskan salah satu pemuda warga Desa Muryolobo akibat tawuran dan atau perang antar pemuda Desa, padahal murni pengeroyokan, oleh karena itu Polres Jepara melaksanakan kegiatan kepolisian.

Untuk itu, Kapolres Jepara bersama dengan Kodim 0719/Jepara yang dipimpin Dandim 0719/Jepara melaksanakan Patroli Dialogis berskala besar di wilayah Kecamatan Nalumsari khususnya di Desa Muryolobo, Bendanpete dan Ngetuk. 

"Hal ini berguna untuk memberikan edukasi dan informasi yang valid kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang beredar," jelasnya. 

Di samping itu, terkait dengan penanganan perkara tewasnya pemuda Desa Muryolobo (FR/30) sedang ditangani oleh Sat Reskrim Polres Jepara dan Kapolres Jepara meminta kepada warga Desa Muryolobo dapat mengendalikan diri.

"Percayakan penanganan perkara ini kepada kami, tolong warga dapat mengendalikan diri, jangan mudah terprovokasi dan jangan main hakim sendiri karena akibatnya justru dapat merugikan masyarakat," tegasnya. 

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus tersebut  
"Mohon doanya biar cepat terungkap," ujar Fachrur Rozi. 

Penulis : -
Editor   : edt