Dr Sri Suciati Jadi Calon Tunggal Rektor Baru UPGRIS, Ini Misi dan Strategi yang Diusung


MEMAPARKAN : Calon Rektor UPGRIS Periode 2022-2026 Dr Siri Suciati MHum, saat memaparkan visi misi dihadapan civitas akademika UPGRIS di kampus tersebut, Selasa 17 Mei 2022

SEMARANG, WAWASANCO - Pemilhan Rektor (Pilrek) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) 2022-2026 memasuki tahapan paparan visi misi calon rektor, yang dilaksanakan pada Selasa 17 Mei 2022 lalu.

Diketahui dalam Pilrek UPGRIS masa bakti 2022-2026, hanya diikuti satu calon tunggal, yakni Dr Sri Suciati MHum, yang saat ini tercatat sebagai Wakil Rektor I UPGRIS periode 2018-2022.

Dalam paparannya, Sri Suciati membawa visi UPGRIS Unggul 2026.

"Untuk mencapai visi tersebut, ada enam misi yang perlu kita lakukan. Pertama dimulai dari menyelenggarakan pendidikan berkualitas yang berkelanjutan berbasis peneladanan, kedua dengan meningkatkan kualitas produktivitas, serta dampak penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," terangnya, dalam paparan visi misi dihadapan para civitas akademika UPGRIS.

Misi selanjutnya berupaya meningkatkan kualitas layanan akademik dan non akademik, kemudian meningkatan jumlah mahasiswa baru, pengembangan sumber daya, serta terakhir yakni meningkatkan kesejahteraaan mahasiswa dan pegawai.

"Disisi lain, kita juga ada sejumlah tantangan kedepan yang harus bisa kita selesaikan bersama-sama, termasuk masih minimnya jumlah profesor atau guru besar, kemudian publikasi jurnal bereputasi yang belum maksimal, hingga belum semua tenaga pendidikan sudah tersertifikasi. Selain itu, juga belum ada akreditasi unggul prodi maupun institusi. Untuk itu, kita perlu mendorong bersama-sama dan berupaya, agar tantangan ini kedepan bisa terjawab," tandasnya.

Termasuk juga berupaya membawa UPGRIS untuk meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) secara institusi pada 2026 mendatang.

Sri Suciati menegaskan untuk mencapai semua tersebut, perlu upaya bersama-sama dari seluruh civitas akademika UPGRIS.

"Perlu kita bangun kesadaran bersama, untuk mencapai hal tersebut. Kita semua punya peran untuk berkontribusi. Peran kita didasarkan pada culture of excellence, budaya unggul dan budaya mutu," tegasnya. ***
 

Penulis : arr
Editor   : edt