Jaksa Masuk Pesantren di Salatiga, Beri Pemahan Perlindungan Anak


PENJELASAN : Seorang pegawai Kejari Salatiga saat memberikan penjelasan perihal Undang-undang Perlindungan Anak, Senin (20/6). Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASAN. CO. Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga melakukan menebarkan informasi perihal Undang-undang Perlindungan Anak, Senin (20/6). 

Program Jaksa masuk Pesantren ini, dikawal langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Salatiga Herwin Ardiono SH. 

Kepada wartawan, Kajari mengungkapkan sejaih ini baru dua Pondok Pesantren (Ponpes) yang telah disasar Anggota Kejari Salatiga masing-masing Ponpes Sunan Giri dan Ponpes Soedirman. Keduanya berada di wilayah Kecamatan Tingkir, Salatiga. 

"Rencananya, kami akan mendatangi semua Ponpes yang ada di Salatiga. Sementara ini, dua Ponpes yang berada satu wilayah dengan Kejari Salatiga," kata Herwin Ardiono SH. 

Ia menjelaskan, program Jaksa Masuk Pesantren ini sebagai wujud pemberian hak-hak anak.

"Kita tahu lah, banyak peristiwa yang mencederai hak-hak anak akhir-akhir ini," ujar Kajari. 

Bahkan, ungkap dia, hak anak-anak dirampas tanpa si anak ada pembelaan. Oleh karena itulah, program Jaksa Masuk Pesantren ini diinisiasi. 

Lebih jauh ia mengungkapkan, sejatinya anak-anak hak-haknya dilindungin oleh Undang-undang. 

Melalui program Jaksa masuk pesantren, sekaligus memberi 'pemahaman dan ilmi' kepada anak terhindar dari perbuatan atau tindakan di luar batas kewajaran. 

"Tidak hanya soal hak, dkita juga sampaikan kewajiban anak-anak. Pengetahuan hak-hak anak terkait dengan Perlindungan anak sebagai bentuk antisipasi," akunya. 

Program ini disambut baik pengelola dan penghuni Ponpes. Anak-anak Ponpes tak hanya mendengar, interaktif terjalin dengan mengajukan sejumlah pertanyaan.

Penulis : ern
Editor   : edt