Warga Bergas Ungaran Ditangkap,  Ditresnarkoba Polda Jateng Ungkap Setengah Kilo Sabu


DIAMANKAN : Warga Bergas, Ungaran berinisial CY diamankan Ditresnarkoba Polda Jateng beserta sabu seberat 509,7 gram. Foto : ist

SEMARANG, WAWASAN.CO- Bersama Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jateng,  kembali mengungkap kasus peredaran Narkoba Jenis sabu seberat 509,7 gram. 

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian membenarkan perihal pengungkapan kasus dengan barang bukti (BB) sangat besar itu, Senin (20/6). 

Ada pun, Tempat Kejadian Perkara (TKP) pengungkapan kasus pengedaran narkoba terjadi di wilayah Kabupaten Semarang. 

"Pelaku yang berinisial CY (42) berhasil ditangkap petugas di dalam rumah kerabatnya yang beralamat Jalan Lingkungan Sidorejo, Rt. 004, Rw. 010, Kel. Bergas Lor, Kec. Bergas, Kab. Semarang," kata Kombes Pol Lutfi Martadian. 

Menurutnya, penangkapan narkoba jenis sabu ini berawal dari Team Ditresnarkoba Polda Jateng mendapatkan informasi. 

Tim kemudian melakukan observasi dan control delivery bersama Bea Cukai Tanjung Emas Semarang. "Sebelumnya, team telah melakukan penangkapan  terhadap tersangka yang berada di JL. Lingkungan Sidorejo, Rt. 004, Rw. 010, Kel. Bergas Lor, Kec. Bergas, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah," ujarnya. 

Dimana, penangkapan pelaku berawal Unit 2 Subdit III  melakukan Joint Investigasi dengan Bea Cukai PelabuhanTanjung Emas Semarang melalui Pengiriman yang diawasi pada hari Rabu, 15 Juni 2022 sekira pukul 11.00 WIB 

Setelah melakukan profilling sasaran dan melakukan penangkapan terhadap pelaku yang menerima jasa paket tersebut, di wilayah Kab. Semarang.

"Kami berhasil mengamankan barang bukti 2 ( dua ) paket Narkotika diduga jenis sabu berat brutto 509,7  gram di dalam rumah kerabatnya yang beralamat Jl. Lingkungan Sidorejo, Rt. 004, Rw. 010, Kel. Bergas Lor, Kec. Bergas, Kab. Semarang," ujarnya. 

Selanjutnya team melakukan intrograsi terhadap tersangka, kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng guna proses penyidikan lebih lanjut.

"Dari penangkapan pelaku, petugas mengamankan 2 ( dua ) paket Narkotika diduga jenis sabu berat brutto 509,7  gram, (dua) buah HP merk Vivo warna Hitam dan Realmi warna Hitam, 1 (satu) buah timbangan digital warna silver, 2  (dua)  buah alat hisap boong, 2 (dua) pack plastik klip transparan, 2 (dua) buah pipet kaca, 5 (lima) buah korek api yg di modifikasi.1 (satu) buah isolasi bolak balik warna hijau," terangnya. 

Menurut keterangan Tersangka kepada penyidik, bahwa Paket tersebut yang berisi narkotika Jenis sabu dari  seseorang berinisial A. 

A sendiri adalah DPO narapidana yang berada di salah satu lapas Jawa Tengah dan tersangka baru 5 (lima) kali di perintahkan dan mendapatkan upah per kantong  sebesar Rp. 250.000,- per kantong dan memakai sabu secara gratis. 

"Menurut keterangan tersangka, Paket tersebut yang berisi narkotika Jenis sabu dari A (DPO) yang berada di lapas. Dari mana tersangka kenal A, karena tersangka pernah menjalani hukuman dalam perkara Narkotika pada tahun 2017 dan keluar pada tahun 2018 di lapas Ambarawa," pungkasnya.

Dengan adanya penangkapan ini, Kombes Pol Lutfi mengungkapkan akan terus melakukan pengejaran terhadap bandar narkoba yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Kami hadir dan kami pastikan tidak ada ruang untuk bandar narkoba di wilayah Jawa tengah, masyarakat tidak usah ragu untuk melaporkan adanya narkoba, War on Drugs," tegas Dirresnarkoba.

Keberanian masyarakat untuk melaporkan tindak pidana seperti ini sangat diapresiasi Polda Jareng. 

"Semoga ke depan peran serta masyarakat dalam pemberantasan narkobasemakin baik," imbuhnya.

Penulis : -
Editor   : edt