Pj Wali Kota Pesan Orang Tua Menjauhkan Anak dari HP


PEMATERI : Pj Wali Kota saat menjadi pemateri Pelatihan Konvensi Hak Anak Bagi Tenaga Pendidik dan Mitra Kerja, DP3A PPKB Kota Salatiga digelar di Aula Kecamatan Sidomukti, Rabu (22/06). Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASAN.CO. Pj Wali Kota Sinoeng N Rachmadi menitipkan pesan kepada orang tua untuk menjauhkan anak dari hand phone. 

Permintaan ini dilontarkan Pj Wali Kota saat menjadi pemateri dalam Pelatihan Konvensi Hak Anak Bagi Tenaga Pendidik dan Mitra Kerja, diinisiasi Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A PPKB) Kota Salatiga digelar di Aula  Kecamatan Sidomukti, Rabu (22/06).

Dikatakan Pj Wali Kota, saat di sekolah menggelar 'wasana warsa' menjadi momen tepat guru menyampaikan ke orang tua agar anaknya dijauhkan dari HP. 

"Anak dapat dialihkan melalui cerita atau kegiatan yang membangun komunikasi dengan anak. Dalam keseharian orang tua kalau memiliki anak kecil jangan sampai untuk menenangkan anak yang rewel malah diberikan HP. Saya juga titip orang tua melibatkan guru dalam proses pendidikan anak," ujar Sinoeng, menekankan.

Pj Wali Kota yang juga didampingi oleh Ketua TPPKK Kota Denok Respati Sinoeng mengungkapkan, bahwa Pelaku kejahatan kekerasan terhadap perempuan dan anak itu didominasi oleh orang yang kenal dengan korban. 

Jika disimak berita, maka kejahatan terhadap mereka tidak sulit ditangani oleh pihak kepolisian. 

"Para pelaku bisa paman, tetangga, bahkan bapak sendiri. Hal tersebut bisa ditimbulkan gara-gara mobilitas membawa perubahan pola pikir, misal pasca lebaran orang yang dari daerah lain  bisa jadi melakukan hal yang melanggar,” ungkapnya.

Kejahatan yang dilakukan oleh pihak dekat dengan korban terkadang terjadi pembiaran. Sehingga diam tersebut membuka peluang terjadinya kekerasan lebih banyak terjadi. 

Maka edukasi, dinilainya menjadi pondasi pembangunan kesadaran, dan perhatian tidak boleh berhenti. 

Lakukan tukar pikiran melalui pertemuan seperti PKK atau pertemuan nonformal penting dilakukan. 

Hal yang tidak kalah penting, akunya, adalan sosialisasi bahaya narkoba dimodifikasi dengan makanan anak kecil, misal permen yang membuat ketergantungan. 
"Bahaya Napza perlu kita dorong pendidikan bagi anak," imbuhnya.

Sementara, Kepala DP3APPKB Yuni Ambarwati mengatakan, kegiatan diikuti peserta yang berasal dari guru TK, SD, SMP Negeri dan Swasta, dan OPD sejumlah 40 peserta. 

Ada pun Dinas yang turut dalam kegiatan tersebut adalah Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Kemenag, Disdukcapil, Disbudpar, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan. 

Penulis : ern
Editor   : edt