Co-founder Peace Generation Erik Lincoln : Mencapai Kedamaian Memulai Dari Diri Sendiri 

  • Konferensi Pendidikan Islam Internasional di IAIN Salatiga

Wakil Rektor bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Salatiga, Prof. Saerozi, M.Ag. Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASAN.CO. Nilai-nilai dasar kedamaian menjadi point utama Co-founder Peace Generation, Erik Lincoln saat menjadi pembicara di tengah Annual International Conference on Islamic Educations for Student (AICOIES) 2022, Rabu (22/6). 

AICOIES 2022 sendiri diinisiasi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Salatiga dan Event tahunan ini digelar di Gedung Auditorium dan Student Center Kampus III selama tiga hari. 

Erik Lincoln adalah satu sejumlah narasumber kegiatan yang diikuti oleh 200 peserta dari kalangan mahasiswa dan dosen PTKIN seluruh Indonesia itu. 

Tak terkecuali, menghadirkan pula pakar pendidikan dari dalam dan luar negeri sebagai narasumber. 

Beberapa narasumber itu yakni, Ketua Forum Dekan Tarbiyah (Fordetak) PTKIN, Dr. Sururin, M.Ag.; Edupreneur asal Amerika, Anita Dudek, M.E.D.; dan Kepala Sekolah Atlanta North School, Angie Davidsen, M.S.E.

 sedangkan Erik Lincoln, Co-founder Peace Generation menghadiri konferensi secara daring melalui aplikasi zoom.

Dikatakan Erik Lincoln yang berkesempatan hadir secara langsung menuturkan untuk mencapai kedamaian, semua pihak harus memulai dari diri sendiri. 

"Terima diri kita serta hilangkan prasangka. Setelah itu, baru kita sadari adanya perbedaan suku, agama, gender, dan status sosial di antara kita," ujarnya. 

Baru kemudian, lanjut dia, langkah selanjutnya dapat merayakan adanya perbedaan serta menghindari konflik di antara kita. 

Sementara, Edupreneur asal Amerika, Anita Dudek, M.E.D. dalam paparannya menyampaikan pentingnya kerja sosial untuk menumbuhkan cinta kasih pada pola pendidikan anak.

Anita juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai ketuhanan pada anak. 
"Bagaimanapun juga scientist juga membutuhkan Tuhan. Sehebat apapun mereka, nilai-nilai ketuhanan harus selalu ada dalam hidup," pungkasnya. 

Selanjutnya, Kepala Sekolah Atlanta North School, Angie Davidsen, M.S.E., memaparkan nilai-nilai yang harus ditanamkan pada anak. Menurutnya, nilai-nilai seperti ketekunan, tanggung jawab, integritas, dan saling menghormati harus diajarkan sejak dini. Angie juga melarang adanya bullying di sekolah. 

Ia mengajak semua pihak bersama-sama menghentikan perundungan di lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Salatiga, Prof. Saerozi, M.Ag., menyebutkan IAIN Salatiga dapat memberikan kontribusi besar kepada Indonesia bagi masyarakat. 

Prof. Saerozi, M.Ag., sangat mengapresiasi atas terselenggaranya AICOIES. Diharapkan melalui gelaran AICOIES 2022 dapat membawa nilai positif untuk lembaga, masyarakat Kota Salatiga, dan Indonesia pada umumnya. 
"Semoga dengan bertransformasinya kami menjadi universitas," tambahnya.

Sementara, Asisten I Setda Salatiga, Joko Wahono menyampaikan ucapan selamat datang bagi para peserta, "Sebelumnya, saya mewakili PJ Wali Kota Salatiga mengucapkan selamat kepada IAIN Salatiga yang telah resmi beralih status menjadi UIN Salatiga. Semoga UIN Salatiga semakin dapat meningkatkan kiprahnya. Selamat menikmati keindahan dan kesejukkan Kota Salatiga," tutur Joko Wahono. 

Dirinya berharap AICOIES dapat bermanfaat bagi seluruh peserta dan dunia pendidikan pada umumnya.

Jal senada, Ketua Fordetak PTKIN, Dr. Sururin menilai kegiatan AICOIES langkah apik mampu memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk menyampaikan ide maupun gagasan dari hasil penelitian serta pemikirannya. 

"Forum seperti ini merupakan ajang kolaborasi, berinteraksi dan bertemu mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya untuk bertukar pemikiran serta pengalaman-pengalaman lainnya," lanjutnya.

Ketua Forum Dekan Tarbiyah (Fordetak) PTKIN, Dr. Sururin, M.Ag. menutup sesi dengan menyampaikan pentingnya merawat budaya bangsa bersamaan dengan menerima globalisasi.

 

Penulis : ern
Editor   : edt