Agricon Indonesia Edukasi Hindari Pemakaian Obat Pertanian Palsu ke Petani Bawang Brebes 


CINDERA MATA : Nasional Sales Manager Agricon Indonesia, Sari'un SP menyerahkan cindera mata kepada Ketua ABMI, H Juwari di sela-sela acara edukasi cara menghindari pemakaian obat pertanian palsu kepada para petani bawang merah Kabupaten Brebes di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Kamis (7/7). Foto. ero

BREBES, WAWASANCO -  Agricon Indonesia, perusahaan nasional yang bergerak di bidang obat-obatan pertanian menggelar kegiatan edukasi cara menghindari pemakaian obat pertanian palsu kepada para petani bawang merah Kabupaten Brebes di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (7/7/2022). 

Hadir dalam kegiatan  tersebut, diantaranya Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), H Juwari dan pengusaha obat-obatan pertanian Kabupaten Brebes, Dany Bagus Purnama.

Sejumlah petani bawang dari Desa Sidamulya, Sisalam dan Tanjungsari serta Banjaranyar hadir pula sebagai peserta dalam acara yang digagas oleh perusahaan obat-obatan pertanian asal Bogor, Jawa Barat tersebut.

Menurut Nasional Sales Manager Agricon Indonesia, Sari'un SP dihadapan para petani bawang Brebes, kehadirannya dalam rangka 'urun rembug' antara pihak perusahannya dengan para petani di Kabupaten Brebes.

"Persoalan yang dihadapi oleh petani bawang khususnya, salah satunya yakni munculnya pemalsuan obat-obatan pertanian. Bahkan, produk dari Agricon Indonesia yakni Brofreya 53 SC turut dipalsukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," tegas Sari'un.

Sari'un mengemukakan, pemalsuan obat pertanian sudah masuk kategori marak dan di Brebes ternyata kasusnya juga cukup banyak. 

"Petani bawang Kabupaten Brebes tidak perlu kuatir soal obat pertanian palsu, karena sepandai-pandainya orang, kalau perbuatan salah atau keliru jelas dosa dan pasti ada batasnya. Orang berbuat salah, sepandainya apapun bakal 'kejeglong," lanjut Sari'un yang diiyakan para.petani yang hadir di acara tersebut.

Ia menandaskan, Agricon Indonesia datang ke Brebes mau menyampaikan kepada para petani agar tidak perlu kuatir dengan banyaknya pemalsuan obat pertanian yang beredar saat ini.

"Kalau produk sedang laku, pihak pemalsu bermunculan. Cara mengatasinya, petani harus bisa membedakan obat pertanian yang asli sama yang palsu. Karena munculnya obat pertanian palsu jelas yang dirugikan petani itu sendiri. Kita datang ke sini bersama tim teknis untuk memberitahu bagaimana triknya untuk membedakan mana yang asli dan mana yang palsu obat pertanian tersebut," papar Sari'un

Sari'un menambahkan, pihaknya.memiliki resep agar para petani tidak mudah tertipu dan tidak pula mudah percaya tentang obat pertanian yang beredar.

"Resep petani untuk dapatkan produk asli, diantaranya dengan membeli langsung ke kios resmi dan habis pakai kemasan dibuang harus dirusak terlebih dahulu," ucap Sari'un.

Sari'un dalam.kesempatan itu, memberikan pula 'resep' kepada para petani Bawang Brebes dalam menghadapi musim tanam bawang ini.

"Tim Agricon Indonesia datang ke Brebes, ingjn menyampaikan pula produk Agricon Indonesia yakni Brofreya 53 SC yang mampu mengatasi ulat bawang merah. Hanya dengan dengan dua sampai tiga kali penyemprotan melalui produk ini akan mendapatkan hasil yang maksimal. Diharapkan melalui musim tanam ini, bawang merah yang dipanen akan mendapatkan hasil yang maksimal," terang Sari'un.

Ketua ABMI, H Juwari dalam sambutannya pada acara tersebut, menyambut baik kegiatan edukasi oleh Agricon Indonesia terkait maraknya peredaran dan cara menghindari penggunaan obat-obatan pertanian palsu kepada para petani bawang merah Kabupaten Brebes.

"Agricon Indonesia merupakan salah satu perusahan obat-obatan pertanian yang produknya banyak dicari oleh para petani di Brebes. Tentunya, kedatangan tim Agricon Indonesia ke Brebes ini dapat bermanfaat bagi para petani di sini untuk memberikan pengetahuan soal maraknya peredaran obat pertanjan palsu. Saya juga menyarankan agar petani kalau tidak ingin rugi harus amati betul mana obat pertanian yang asli dan mana yang palsu," pungkas Juwari.

Penulis : ero
Editor   : edt