Fathur Rahman, Anggota DPRD Salatiga Fraksi PKS Mengundurkan Diri


M. Fathur Rahman Anggota DPRD Kota Salatiga. Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASAN.CO. M. Fathur Rahman, SE., MM., mengundurkan diri sebagai Anggota DPRD Kota Salatiga periode 2019-2024. 

Saat dikonfirmasi, Maman, demikian 
M. Fathur Rahman biasa disapa membenarkannya, Jumat (29/7). 

Ia menyebutkan, jika permohonan pengunduran dirinya sebagai anggota DPRD Salatiga sudah cukup lama.  
"Permohonan pengunduran diri saya sudah dari tahun 2019 ke pengurus PKS pusat," ucapnya melalui sambungan telepon. 

Namun, diakuinya, proses permohonan dirinya tidak langsung di-ACC mengingat ada tahapan harus dilalui mulai tingkat pusat hingga di lini daerah. 

Didesak, apa alasan utama ia mengundurkan diri setelah empat periode duduk di kursi dewan, Maman menyebutkan hanya ingin ada regenerasi. Maman membantah, jika pengunduran dirinya dikaitkan konflik internal. 

Ia menegaskan, semua berjalan baik dan tidak menyisakan persoalan ke internal PKS Salatiga. Maman pun memastikan, jika niat dirinya mengundurkan diri dari keanggotaan DPRD Salatiga semata regenerasi partai. Selain dirinya, memilih untuk konsentrasi di bidang lain yakni wiraswasta. 

"Cukuplah, saya sudah empat periode. Dua kali anggota, dua kali Wakil Ketua DPRD. Biar yang gantian yang muda juga. Yang pasti saya tetap anggota PKS," sebutanya. 

Secara kepartaian, M Fahtur Rahman berjanji akan terus menyokong perjuangan PKS menjadikan partai yang sepanjang tahun hadir memberikan manfaat kepada masyarakat.

Sebelumnya, KPU Salatiga memproses pengajuan Penggantian Antarwaktu (PAW) M Fahtur Rahman dari posisinya sebagai anggota DPRD Salatiga. 

Ketua Komisioner KPU Salatiga Syaemuri Albab mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat pleno calon pengganti antarwaktu (PAW) anggota DPRD Kota Salatiga menyusul permohonan pengunduran diri Fathur Rahman sebagai anggota DPRD dari Fraksi PKS.

Rapat sendiri, dihadiri seluruh Komisioner, Sekretaris, dan jajaran pejabat struktural di lingkungan KPU Kota Salatiga. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari Surat Ketua DPRD Kota Salatiga kepada Ketua KPU Kota Salatiga perihal Permohonan Calon PAW. 

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen, KPU menyampaikan surat kepada Pimpinan DPRD Kota Salatiga sesuai dengan peraturan KPU nomor 6 tahun 2017 sebagaimana diubah dalam Peraturan KPU nomor 6 tahun 2019, bahwa calon PAW adalah yang memperoleh suara sah terbanyak urutan berikutnya dalam daftar peringkat perolehan suara dari partai politik yang sama pada daerah pemilihan yang sama," terang Syaemuri. 

Ditambahkan Komisioner KPU Kota Salatiga, Abdul Rohim, PAW bagi anggota dewan adalah konstitusional. 

"Sesuai regulasi di atas, Ketua DPRD Kota Salatiga telah mengirimkan surat kepada KPU pada tanggal 26 Juli 2022. Surat tersebut mendasari surat Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menyampaikan tentang PAW atas nama H.M. Fathur Rahman, S.E, M.M., dapil 1 Sidomukti Kota Salatiga," terang Abdul Rohim. 

Selanjutnya, kata dia, KPU telah menindaklanjuti proses surat tersebut baik melalui aplikasi Sistem PAW (SIMPAW) maupun secara manual. 

Pertama adalah meneliti Daftar Calon Tetap (DCT) sesuai dapil, kedua hasil perolehan suara sah PKS Dapil 1 pada pemilu serentak 2019 sebagai urutan terbanyak berikutnya. 

Ketiga melakukan klarifikasi dan verifikasi calon PAW, keempat memastikan masuk dalam Daftar pemilih Tetap (DPT) dan terakhir pleno penetapan, Jumat (29/7/2022)

Pleno dihadiri lengkap Ketua dan Anggota Komisioner. Hasil pleno, berupa surat Berita Acara beserta lampiran telah lengkap disampaikan kepada Ketua DPRD Kota Salatiga pada hari ke 4 (empat) setelah menerima surat permohonan, yaitu jumat 29 Juli 2022.  Sesuai regulasi KPU harus memproses dan menjawab surat tersebut dalam kurun waktu 5 (lima) hari kerja. 

Sesuai surat dari ketua DPRD, diketahui bahwa Anggota Dewan dari Partai PKS dapil 1 Sidomukti H.M. Faturahman, S.E. M.M. telah mengundurkan diri.

Penulis : ern
Editor   : edt