Tim Pengabdian Masyarakat Unnes Gelar Edukasi Edukasi Ecohealth Islamic Boarding, Cegah DBD di Lingkungan Ponpes


DEMAK, WAWASANCO - Keprihatinan terhadap kurangnya kepedulian pengelolaan lingkungan dan kurangnya kesadaran generasi muda dalam berperilaku untuk mencegah dan mengendalikan lingkungan dalam mencegah penyakit DBD, mendorong tim pengabdi dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat “Edukasi Ecohealth Islamic Boarding (EIB) Sebagai Upaya Pelibatan Santri dalam Mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kegiatan pengabdian ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (LPPM Unnes) tersebut, berlangsung 8 Juni 2022 hingga 8 Juli 2022, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barokah, Karangrejo, Demak.

Tim Pengabdian dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Unnes tersebut diketuai Nur Siyam, S.K.M., M.P.H. dengan anggota drh. Dyah Mahendrasari S., M.Sc., Bertakalswa Hermawati S.Psi., M. Si., dan drg. Puput Ediyarsari, M.Kes.

Dalam kegiiatan ini, tim pengabdian yang tergabung juga melibatkan mahasiswa dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat yaitu Fahma Nur Fadila, Niken Lestari, Sifa Ul Janah dan staf administrasi, Sungatno. 

"Kegiatan pengabdian diikuti oleh 29 santri perempuan dan 11 santri laki-laki atau total 40 orang. Tujuan pelaksanaan pengabdian Edukasi Ecohealth Islamic Boarding adalah untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga lingkungan dalam penciptaan lingkungan yang sehat bebas vektor nyamuk Aedes aegypti," papar Nur Siyam.

Selain itu, melalui kegiatan tersebut, diharapkan nantinya para santri mau dan mampu untuk menerapkan hidup bersih dan sehat, serta mengelola lingkung sehat yang berkelajutan dengan memperhatikan aspek ramah lingkungan berasaskan kelestarian lingkungan/ ecohealth, dalam mencegah DBD. Sehingga pada akhirnya, kesadaran dan kepedulian akan pentingnya hidup bersih dan sehat dan lingkungan sehat dapat tumbuh dengan baik pada santri dan akan diterapkan sepanjang hanyatnya," tambahnya.
 
Edukasi EIB dimulai dengan koordinasi dengan kepala Ponpes Al Barokah, Kyai Zuhroni Al Hafidz, sosialisasi kepada warga ponpes, mengorganisasikan santri, dan pelaksanaan edukasi EIB dengan buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian DBD dengan Ecohealth Strategi. 

Edukasi EIB terdiri dari aksi mengelola lingkungan untuk mengurangi tempat perindukan nyamuk,  meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam memerangi DBD, serta pemahaman bahwa pengendalian dan pencegahan penyakit harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan dilakukan secara aman, sehat dan berkelanjutan. 

"Praktik langsung cara pencegahan dan pengendalian lingkungan dengan Metode EIB dilakukan oleh santri secara mandiri bersama dengan warga ponpes," lanjut Nur Siyam.

Setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada warga pondok, pengetahuan, sikap, dan praktik santri dalam mencegah dan mengedalikan DBD dengan penerapan metode EIB meningkat. 

"Harapan kedepannya, santri dapat menjadi agent of change untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang dimulai sejak dini dan sampai nanti mereka terjun ke masyarakat," pungkasnya.

Penulis : rls
Editor   : edt