Sekda Salatiga : Di Madiun, Jatim Proses Tukar Guling Tidak Ada Satu Persennya Persoalan di Salatiga Penyelesaian Dua Tahun


Sekda Kota Salatiga Wuri Pujiastuti. Foto : ist/Ernawaty

SALATIGA, WAWASAN.CO - Seksa Kota Salatiga Wuri Pujiastuti menyebutkan, belajar dari Madiun, Jawa Timur,  dalam memproses tukar guling aset Pemda khususnya tanah ternyata memakan waktu dua tahun. 

"Coba bayangan, hanya tanah setengah meter kali beberapa meter saja atau tidak ada satu persennya dari persoalan permohonan yang diajukan Pak Yuliyanto (ex Wali Kota) di Salatiga prosesnya itu dua tahun baru kelar 'loh', " ucap Wuri Pujiastuti saat berada di Jawa Timur dalam rangka Studi Banding, Rabu (4/8). 

Wuri Pujiastuti tidak sendiri. Ia bersama tim aset dan para pihak petinggi Pemkot Salatiga pengambil kebijakan berada di Madiun, Jawa Timur atas rekomendasi Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). 

Rekomendasi yang diberikan, agar Pemkot Salatiga untuk melakukan studi banding belajar langsung ke Madiun dan Kediri. Mengingat, dua daerah di Jawa Timur itu dicatat Kemendagri berhasil melakukan tukar guling aset milik Pemda setempat tanpa berujung persoalan hukum. 

Sedangkan di Jateng sendiri, kasus tukar guling aset milik Pemda belum pernah terjadi. Ditambah lagi, proses tukar guling aset tidak segampang  seperti yang dibayangkan yakni sebelun dua bulan selesai. 

"Saya hari ini ke Madiun, besok ke Kediri atas rekomendasi Kemendagri agar penyelesaian tukar guling aset Pemkot Salatiga yang dimohonkan mantan Wali Kota Salatiga Yuliyanto berjalan aman dan sesuai regulasi," ucap Sekda Wuri Pujiastuti. 

Wuri juga mendapatkan wejangan serta rahan Mendagri, bahwa regulasi menjadi patokan dan harus diterapkan. Sehinga Sekda sebagai pengelola aset kekayaan daerah akan aman. 

"Kalau sampai menyalahi, di belakang hari pasti akan ada masalah. Saya dan tim ini berangkat dari ke Madiun dan ke Kediri untuk studi banding," paparnya.

Di Madiun sendiri Tim Pemkot Salatiga dipimpin Sekda Wuri Pujiastuti ditemui Badan Keuangan Daerah beserta tim yang lengkap. 

Sementara, terkait tanggapan Surat pemohon pengajuan tukar guling aset Pemkot Salatiga bagi 
Yayasan Karantiy Tahfizh Al-Qur'an Nasional (YKTAN) Salatiga yang diajukan Ketuanya, Dwi Cahyono, diakui Wuri Pujiastuti pihaknya telah membalas surat tersebut. 

Tercatat, balasan ini adalah yang ke-tiga. Ada pun isinya masih sama dengan balasan sebelumnya, menyebutkan selama tidak memenuhi syarat tim aset Pemkot Salatiga tidak bisa memproses permohonan pemohon YKTAN Salatiga. 

"Kami bekerja harus sempurna, jangan sampai ada cela yang bisa membuka peluang ke ranah melanggar hukum," tandasnya. 

Sementara, Ex Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat dikonfirmasi mengaku saat ini akan menunggu perkembangan serta respon Pemkot Salatiga. 

Penulis : ern
Editor   : edt