Antusiasme Ribuan Warga Mranggen dalam Arak-arakan 50 Kuda untuk Walimatul Khitan


DEMAK WAWASANCO - Ribuan warga Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tampak antusias menyaksikan arak-arakan lebih dari 50 ekor kuda Sabtu (6/5/2023).

Arak-arakan tersebut merupakan bagian dari budaya setempat. Yaitu dimana bagi orangtua yang mampu maka akan menyelenggarakan adat tersebut ketika mengkhitankan anaknya. 

Dalam arak-arakan itu tampak puluhan anak baik laki-laki maupun perempuan menunggangi kuda lengkap dengan pakaian adat. Mereka tampak ceria sambil melempar senyum kepada masyarakat. 

Arak-arakan kereta kuda tersebut merupakan acara Walimatul Khitan Akbar Rizky Alfareza putra H Dwiriyono.

Garis start arak-arakan tersebut dimulai dari rumah orang tua Dwiriyono yang berada di Brumbung menuju ke rumah Dwiriyono yang berada di Bandungrejo. Jarak yang ditempuh pun kurang lebih 2 kilometer.

"Arak-arakan ini terkait Walimatul Khitan, yang ikut dalam rombongan ini semuanya ada 44 kuda. Ini Walimatul Khitan putra kedua saya," kata Dwiriyono.

"Adat disini, anak yang dikhitan dan khatam membaca Alquran di arak menggunakan kuda dari rumah kakeknya ke rumah orang tuanya. Nah untuk hari ini arak-arakan dilakukan dari rumah orang tua saya di Brumbung ini, terus ke rumah saya di Bandungrejo. Kira-kira sejauh 2 Km, mungkin ditempuh sekitar 1 jam," jelasnya.

Sedangkan menurut Lurah Brumbung Sugin, kegiatan itu merupakan tradisi keluarga. "Ini merupakan kegiatan tradisi turun menurun keluarga, yang Insyaallah akan tetap kita uri-uri. Karena juga tradisi budaya kita dan harus kita pertahankan," kata Sugin.

Selain kereta kuda, arak-arakan tersebut juga terdapat rombongan kesenian kuda lumping, marching band dan rebana. 

Sepanjang rute yang dilewati rombongan arak-arakan, tampak warga dengan penuh antusias menyaksikan rombongan tersebut lewat. 

"Sejak adanya pandemi ngga ada arak-arakan semacam ini, jadi ini bisa jadi tontonan murah meriah untuk masyarakat. Apalagi kuda yang ikut dalam arak-arakan ini banyak sekali," kata Selva, salah seorang warga setempat.

Penulis : ardi
Editor   : edt