WR III UPGRIS : Siapkan Genarasi Muda Kreatif dan Kritis, Termasuk Melek Teknologi


Wakil Rektor III Universitas PGRIS Semarang (UPGRIS), Dr Sapto Budoyo SH MH saat membuka acara Seminar Nasional Pendidikan dengan topik “Reaktualisasi Generasi Muda Dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan di Era 5.0”.

 

SEMARANG WAWASANCO - Ledakan pengembangan dan akses pengetahuan sekarang ini, merupakan tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan.

Pengetahuan yang mudah diakses dalam tatanan masyarakat, menjadikan guru, bukan satu -  satunya sumber pengetahuan, maka pendidikan berubah fungsi menjadi fasilitator pembelajaran.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor III Universitas PGRIS Semarang (UPGRIS), Dr Sapto Budoyo SH MH saat membuka acara Seminar Nasional Pendidikan dengan topik “Reaktualisasi Generasi Muda Dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan di Era 5.0”.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh BEM Universitas di gedung pusat lantai 7, kampus UPGRIS, Senin (15/5/2023) pagi.

Diungkapkannya, untuk menjadi fasilitator pembelajaran yang baik maka harus dibekali dengan pengetahuan.

Untuk itu, sebagai salah satu sumber pengetahuan tenaga pengajar harus melek terhadap perkembangan teknologi.

“Kita semua harus memaknai bahwa era 5.0 adalah konsep  masyarakat yang hidup dengan teknologi sebagai pelayan dan bagian dari kebijakan,” terangnya.

Menurutnya,  pendidikan harus diarahkan sebagaimanan kempetensi di abad 21 untuk melahirkan generasi yang memiliki penguasaan pengetahuan.

Dengan pengetahuan ini diharapkan generasi ini memiliki sikap kreatif dan kritis yang memiliki karakter kuat dengan tanggung jawab, toleran, adaptif dan produktif serta memiliki kemampuan komunikasi dan teknologi yang baik

“Untuk mengatisipasi hal itu UPGRIS telah melakukan penyesuaian dengan desain kurikulum untuk mendorong mahasiswa, nantinya menjadi lulusan  yang bisa menghayati kehidupan. Yang nantinya dapat berkarir dengan totalitas dengan pribadi yang berinisiatif, memiliki ketrampilan sosial dan berbudaya serta memiliki jiwa leadersip yang kuat,” ungkapnya.

Sementara dalam kegiatan Seminar Nasional Pendidikan itu, menghadirkan tiga narasumber yakni Ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi MH, peneliti Pragmatik dan Pembelajaran Bahasa sekaligus motivator dari Univesitas Negeri Semarang (Unnes) Dr Hendi Pratama Spd MA, serta Indra Sugiarto selaku CEO Gerakan Mengajar Desa.

Ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi MH menyampaikan paparan tentang di  era 5.0 dunia pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas SDM.

Selain dunia pendidikan, berabagai pihak seperti pemangku kepentingan dan masyarakat juga turut andil dalam meningkatkan kualitas SDM di era 5.0.

“Di era 5.0 ini satuan pendidikan butuh adanya perubahan paradigma pendidikan yakni, pendidik meminimalkan peran sebagai learning material provider, pendidik menjadi penginspirasi bagi tumbuhnya kreativitas peserta didik. Pendidik berperan sebagai fasilitator, tutor, penginspirasi dan pembelajar sejati yang memotivasi peserta didik untuk “Merdeka Belajar,” ungkapnya.

Penulis : rls
Editor   : edt