Mbak Ita secara langsung menyapa dan memberi semangat kepada para pekerja yang tengah sibuk menjalankan tugas penyortiran dan pelipatan surat suara untuk Pemilu 2024
SEMARANG WAWASANCO - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau akrab dipanggil Mbak Ita, memberikan apresiasi dan semangat kepada para petugas sortir lipat surat suara di Gudang Logistik KPU Kota Semarang.
Dalam kunjungannya pada Rabu ini, Mbak Ita secara langsung menyapa dan memberi semangat kepada para pekerja yang tengah sibuk menjalankan tugas penyortiran dan pelipatan surat suara untuk Pemilu 2024.
Sebagai sosok yang peduli dengan proses demokrasi, Mbak Ita turut mengenang masa lalu dengan salah satu pekerja sortir lipat, Yani.
"Mbak Ita, saya dari Bugangan dekat Stadion Citarum. Adik kelas waktu SD. Alhamdulillah bisa ketemu Mbak Ita," ujar Yani, memulai percakapan yang penuh keakraban.
Mbak Ita dengan senang hati menjawab, "Loh iya to. Ternyata adek kelas saya. Yang semangat ya menyortir dan melipatnya. Sehat selalu."
Percakapan ini menciptakan momen hangat dan penuh semangat di antara mereka.
Mbak Ita menegaskan kekagumannya terhadap para petugas sortir lipat, yang mayoritas berasal dari berbagai penjuru wilayah Kota Semarang.
"Luar biasa, mereka sangat antusias melipat. Semoga bantuan masyarakat Kota Semarang bisa membuat Pileg, Pilpres lancar," ucapnya sambil memberikan semangat kepada para pekerja.
Meskipun bekerja di belakang layar, Mbak Ita menyadari betapa pentingnya peran mereka dalam tahapan pesta demokrasi.
Dia mengungkapkan apresiasinya, "Peran mereka luar biasa. Salah satu penyumbang peranan dalam pesta demokrasi.
Selama ini, masyarakat hanya mengetahui petugas penyelenggara pemilu KPPS saat proses pencoblosan. Namun, di balik itu, banyak petugas yang terlibat, termasuk petugas sortir lipat."
Penyortiran dan pelipatan surat suara, kata Mbak Ita, dimulai dengan surat suara DPRD Provinsi dan akan berlanjut hingga surat suara presiden.
Dia menyatakan, "Mereka sudah mendapat simulasi tata caranya (sortir dan lipat-red)." Mbak Ita berharap agar proses sortir lipat berjalan lancar hingga distribusi tingkat kecamatan dan paling lambat pada 13 Februari, seluruh logistik sudah terdistribusi ke seluruh Kota Semarang.
Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, juga memberikan informasi terkait proses sortir lipat.
Sebanyak 105 tim, masing-masing terdiri dari lima orang, dikerahkan untuk memastikan surat suara dalam kondisi baik.
"Kami fokus memastikan surat suara dalam keadaan baik. Mereka harus membuka, melihat apakah gambar ada yang buram, warna salah, ada yang bolong, dan sebagainya. Setelah melakukan sortir, kemudian melipat surat suara," jelasnya.
Dalam satu tim harus menyelesaikan 3.000 surat suara per hari, dan proses sortir lipat diperkirakan akan selesai dalam 15 hari ke depan.
Terkait honor, KPU memberikan honor setiap tim berdasarkan jumlah surat suara yang mereka lipat dengan besaran yang berbeda untuk setiap jenis surat suara.
Pantauan dari pihak kepolisian, Bawaslu, dan tim pengawas KPU diharapkan dapat menjaga kelancaran proses sortir lipat.
Proses ini dilakukan dengan cermat dan teliti untuk memastikan bahwa setiap surat suara siap digunakan pada hari pemungutan suara nanti.
Penulis : rls
Editor : edt