Upaya Pengendalian Banjir di Kaligawe-Genuk Semarang, Jembatan Nogososro Dibongkar Diganti Model Baru


SEMARANG WAWASANCO- Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menunjukkan perhatian khusus terhadap pembangunan Jembatan Nogososro sebagai upaya pengendalian banjir di wilayah Kaligawe-Genuk.

Respons ini dilontarkan menyusul terjadinya genangan air setelah hujan deras pada Selasa (2/1/2024) lalu.

Mbak Ita, panggilan akrabnya, mengungkapkan bahwa Jembatan Nogososro saat ini masih dalam tahap pembongkaran dan akan segera dibangun ulang.

Dalam keterangan kepada media, Mbak Ita menyatakan bahwa pembangunan jembatan ini masih menunggu proses lelang selesai. Dia mengakui bahwa proyek ini baru dimulai setelah ia melakukan tinjauan banjir pada awal Desember 2023.

"Memang waktu itu anggaran dan perencanaan baru saat saya tinjauan ke sana sekitar awal Desember, sehingga ini sedang berproses," ungkapnya.

Mbak Ita juga memberikan informasi terkait wilayah Muktiharjo Lor yang sedang dalam tahap peninggian betonisasi di beberapa titik.

"Kedua itu kan peninggian di Muktiharjo Lor, itu kan masih kurang. Ada sebagian yang belum selesai dalam proses peningkatan dengan konstruksi beton," tambahnya.

Dalam konteks penanggulangan genangan air di depan RSI Sultan Agung, Mbak Ita menyatakan bahwa area tersebut hanya membutuhkan perawatan inlet-inlet atau penutup saluran air.

Meskipun sempat terjadi genangan air, hal ini berhasil ditangani dengan efektif berkat bantuan pompa air yang beroperasi maksimal.

"Memang pompa sudah ada lima, on semua. Kemudian masih menunggu tol tanggul laut, akan dibangun kolam retensi 250 hektare. Kemudian juga di wilayah Muktiharjo Kidul dan Muktiharjo Lor tinggal lelang di PUPR," terangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, memberikan klarifikasi terkait pembongkaran Jembatan Nogososro.

Suwarto mengakui bahwa rendahnya konstruksi jembatan membuat banyak material sampah tersangkut dan menghambat aliran air.

"Karena jembatan itu terlalu rendah, jadinya kalau ada sampah yang hanyut, membuat sampah tersangkut di jembatan," jelas Suwarto.

Pihak DPU telah melakukan pembongkaran untuk membuka aliran air, dan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Semarang dilakukan untuk mengalihkan arus lalu lintas.

"Hari ini kami berkoordinasi dengan dinas perhubungan sedang melakukan rekayasa lalu lintas agar warga yang biasa melalui jembatan tersebut dialihkan ke jalur lain," ujar Suwarto.

Suwarto menegaskan bahwa proses lelang konstruksi jembatan Nogososro akan segera dimulai untuk memastikan ketersediaan jembatan tersebut secepat mungkin. "Untuk renovasi kami segera melakukan proses lelang dan secepatnya melakukan konstruksi," tambahnya.

Meskipun masalah jembatan menjadi sorotan utama, Suwarto juga mengakui pentingnya menangani pendangkalan dan penyempitan sungai di bawahnya.

"Sebetulnya selain masalah jembatan, masalah lainnya juga berhubungan dengan kondisi sungainya," ungkapnya.

Namun, karena sektor ini berada di bawah wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali-Juwana, Pemkot Semarang hanya dapat melakukan koordinasi untuk mempercepat pengerukan sungai tersebut.

"Kami dari Pemkot Semarang sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali-Juwana untuk melakukan perbaikan-perbaikan (pengerukan)," tambahnya.

Penulis : rls
Editor   : edt