Meski Bermain Spartan di Kandang, Namun SWS Harus Akui Keperkasaan PJB


SEMARANG, WAWASANCO - Satya Wacana Salatiga (SWS) kembali menjalani pertandingan lanjutan kompetisi bola basket Tanah Air Indonesian atau Basketball League (IBL) 2024, sebagai tuan rumah di GOR Knight Stadium Semarang, Sabtu (28/1), melawan tim kuat Pelita Jaya Bakrie (PJB) Jakarta. 

Satya Wacana yang diisi kebanyakan para pemain muda bermain spartan dan pantang menyerah, meski secara permainan mereka kalah dibandingan dengan musuhnya yang diperkuat banyak pemain tim nasional basket Indonesia. 

Pada Quarter pertama SWS memperoleh poin 8 dan PJB 25. Memasuki Quarter kedua SWS sempat unggul atas PJB 25-22, namun PJB mampu mengejar ketertinggalan dan akhirnya menutup kuarter kedua dengan skor 33 dan PJB 47.

Saling kejar poin kembali terjadi di quarter ketiga, SWS di quarter ini mampu mencetak 16 poin sedangkan PJB berhasil memperoleh 14 poin sehingga di quarter ketiga PJB masih menguungil tuan rumah dengan skor akhir 49-61.

Sayangnya, pencetak poin terbanyak kedua Satya Wacana Salatiga yakni Tyree Robinson dikeluarkan oleh Wasit pada quarter keempat. Robinson diusir keluar lapangan karena melakukan unsportsmanlike foul. 

Hal itu membuat SWS tertinggal poin banyak dari PJB, total poin yang dibukukan SWS di quarter ini 14 poin sedangkan PJB 21 poin. Dengan begitu SWS harus tunduk dari PJB dengan skor akhir 63 - 82.

Dalam pertandingan itu menunjukkan, SWS yang memiliki banyak pemain muda dengan usia rata-rata 26 Tahun masih membutuhkan pemain-pemain yang lebih senior untuk menopang mereka. 

Menurut pelatih Satya Wacana Salatiga Jerry Lolowang mengatakan di awal pertandingan para pemain mudanya kesulitan mengendalikan jalannya pertandingan. 

"Beberapa pemain mencoba berusaha bermain cepat, namun itu malah membawa masalah. Harusnya kami bisa mengatur kapan bermain cepat dan kapan bermain lambat, jadi pengaturan tempo kami kurang bagus," ucap Jerry.

"Namun di quarter 2 dan 3, kami bisa kontrol tempo dengan baik sehingga menunjukkan kualitas kami. Saya pinginnya para pemain melakukan hal itu sepanjang pertandingan," tukasnya.

Jerry menandaskan pihaknya tidak akan menyalahkan para pemain mudanya, dan ingin mereka terus belajar. "Saya tidak menyalahkan mereka, mereka sudah berusaha menunjukkan yang terbaik dan belajar banyak sekali," ujarnya.

Sedangkan menurut pemain SWS yang juga pencetak poin terbanyak tim tersebut dalam pertandingan itu, Isaac Pito Asrat, Satwa Wacana kurang cerdik dibandingkan musuhnya Pelita Jaya Bakrie. 

"Harusnya di lapangan kami harusnya lebih cerdik dan mengeksekusi apa yang sudah didepakati. Melawan tim sekelas PJB harusnya kami bisa memainkan tempo dan bermain pelan seperti yang disampaikan pelatih," kata Asrat.

Meki kalah dari Pelita Jaya Bakrie, namun perjuangan para pemain muda Satwa Wacana Salatiga mendapatakan apresiasi dari Presiden Director SWS Basketball Club, Priyo Hari Adi. Menurut Priyo pemainnya telah banyak mengalami perkembangan dibandingkan pertandingan sebelumnya. 

"Saya lihat tim ini semakin membaik, kami melihat tadi dari game ke game mereka bermain baik. Para pemain ini bermain luar biasa dan memiliki fighting spirit di pertandingan ini," ucap Priyo.

Pihaknya akan melakukan evaluasi atas kekalahan menghadapi Pelita Jaya Bakrie dan harus segera diperbaiki sebab mereka pada Minggu (28/1) bakal menghadapi tuan rumah Kesatria Bengawan Solo.

Priyo mengungkapkan Satya Wacana Salatiga (SWS), merupakan satu-satunya Tim Basket yang berasal dari Universitas yang ada di Indonesia yaitu Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Dimana para pemainnya 80% mahasiswa UKSW. 

Meski demikian Tim basket SWS telah berhasil menyelenggarakan Turnamen Nasional IBL 2024 dan akan berakhir pada 15 Juni 2024 sebagai Tuan Rumah. 

"Penyelenggaraan Turnamen IBL ini adalah murni dikerjakan oleh Dosen dan Tim Mahasiswa dengan mempersiapkan segala kebutuhan dan perlengkapan yang dibutuhkan sesuai dengan Mandatory IBL. Pertandingan ketiga ini dihadiri sekitar 1.422 Penonton yang dipenuhi oleh kedua Tribun Barat dan Tribun Timur," pungkas Priyo.

Penulis : ardi
Editor   : edt