Tim Pengabdian Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan pelatihan komposter, dengan melibatkan LSM bidang lingkungan BINTARI di RW 07 Tambakrejo Minggu 21 April 2024
SEMARANG WAWASAN.CO - Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, berdasarkan SK Nomor B/II. A/22.1/II/2023, merupakan salah satu Kelurahan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Kota Semarang.
Untuk mendukung Program Kampung Iklim (ProKlim) di kelurahan tersebut, Tim Pengabdian Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan pelatihan komposter, dengan melibatkan LSM bidang lingkungan BINTARI di RW 07 Tambakrejo Minggu 21 April 2024
Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Pada kegiatan ini menghadirkan narasumber Yuliana Rachmawati dari BINTARI, yang menyampaikan materi terkait pengolahan sampah berbasis rumah tangga, dan mendemostrasikan pengolahan sampah rumah tangga menggunakan komposter (ember tumpuk).
Sedangkan dari Tim Pengabdian Unnes terdiri atas Wahid Akhsin Budi NS, Nana Kariada TM, Fulia Aji Gustaman dan Fredy Hermanto secara bergantian, memberikan penguatan dan pendampingan terkait pengelolaan sampah rumah tangga sebagai upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Kegiatan pelatihan ini diawali dengan pengantar dari Wahid Akhsin Budi NS selaku perwakilan dari Tim Pengabdian UNNES, yang menyampaikan informasi mengenai urgensi pengolahan sampah dari rumah ke rumah, dengan mencontohkan beberapa kasus bencana seperti banjir dan timbulnya penyakit akibat tumpukan sampah.
"Pelatihan ini untuk mendukung program Proklim, melalui pengelolaan sampah organik rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu permasalahan di wilayah tersebut. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan kesadaran masyarakat, dalam pengolahan sampah mulai dari lingkup terkecil yaitu lingkungan rumah tangga," papar Wahid.
Selanjutnya Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat LPPM UNNES, Nana Kariada TM semakin mempertegas tentang pentingnya pengolahan sampah mulai dari skala rumah tangga.
Kegiatan tersebut direspon positif oleh masyarakat, diwakili Ketua RW 07 Tambakrejo Wakijan, menyampaikan terima kasih atas upaya rintisan pengolahan sampah berbasis rumah tangga di lingkungan mereka.
Setelah itu, diteruskan dengan penyampaian materi utama oleh Yuliana Rachmawati sebagai narasumber.
Beliau melakukan presentasi menggunakan selembaran kertas yang berisi terkait alur dan materi pengolahan sampah menggunakan komposter berbasis gambar, sehingga masyarakat dipermudah dalam menangkap penjelasan yang disampaikan oleh narasumber.
Penyampaian materi tersebut meliputi pemberian informasi mengenai sampah rumah tangga, pengolahan sampah rumah tangga, dan praktek atau demostrasi bersama penggunaan komposter (ember tumpuk) untuk pengolahan sampah rumah tangga.
Antusiasme warga sangat terasa saat pelatihan berlangsung, dengan timbul beberapa pertanyaan yang muncul saat penyampaian maupun praktek dilakukan.
Narasumber memberikan apresiasi kepada masyarakat terhadap kontribusi pengelolaan sampah anorganik melalui bank sampah tentang seputar gaya hidup 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle).
Hal ini dapat menjadi bekal penting untuk masyarakat RT 04 RW 07 dalam membangun pondasi dasar untuk melakukan pengolahan sampah berbasis rumah tangga melalui komposter (ember tumpuk).
Pada penghujung kegiatan pelatihan, narasumber memberikan satu alat komposter (ember tumpuk) untuk dibawa oleh salah satu warga.
Hal ini dilakukan sebagai bahan uji coba, sebelum pendistribusian alat komposter (ember tumpuk) secara menyeluruh kepada semua masyarakat RT 04 RW 07.
Kegiatan pelatihan ditutup dengan penyampaian masukan dan harapan dari Tim Pengabdian UNNES dan Perwakilan masyarakat RT 04 RW 07 terkait pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, perihal upaya untuk memaksimalkan terkait potensi pengolahan sampah yang dapat memberikan keuntungan secara ekologis dan ekonomis bagi masyarakat.
***
Penulis : rls
Editor : edt