Pj Wali Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono yang dihadiri pula Kepala KPw BI Tegal, Bimala meluncurkan sistem E-Retribusi Pasar Pagi Kota Tegal,di halaman blok A pasar setempat pasar setempat, Jum'at (14/2/2025). Foto. ero
TEGAL, WAWASAN.CO. - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indoensia (KPw) Bank Indoensia) Tegal, Bimala menyampaikan bahwa pihaknya mendukung dan mendorong Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Dalam hal ini penggunaan e-retribusi di Pasar Pagi Kota Tegal.
"Dengan digitalisasi pemasukan retribusi tercatat, masuk pendapatan asli daerah, ini akan menunjukan transparansi dan akuntabilitas lebih terjaga," ucap Bimala saat menghadiri Peluncuran E-Retribusi Pasar Pagi Kota Tegal, oleh Pj Wali Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono di Halaman Blok A Pasar Pagi, Jum'at (14/2/2025).
Menurut Pj. Wali Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, peluncuran sistem e-retribusi di Pasar Pagi merupakan bukti nyata komitmen Pemkot Tegal untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
"Kami berharap, melalui sistem ini, para pedagang dapat merasakan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi, serta terciptanya transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik," jelas Agus..
Menurut Agus, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal saat ini mengelola 14 pasar, dan 9 pasar di antaranya telah berhasil menerapkan sistem e-retribusi.
"Langkah ini merupakan bagian dari upaya kita untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan pasar di Kota Tegal, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat besar bagi seluruh masyarakat," tandas Agus.
Agus mengemukakan, peluncuran sistem e-retribusi ini juga merupakan langkah strategis dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan tata kelola yang baik dan bersih.
"Dengan adanya sistem e-retribusi ini, kita berharap dapat meminimalisir praktek-praktek yang tidak sehat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pasar," terang Agus.
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal, Rudy Herstyawan mengatakan, saat ini dari 14 pasar baru 9 yang sudah melaksanakan e-retribusi. Ke sembilan pasar tersebut yaitu Pasar Bandung, Pasar Kejambon, Pasar Karangdawa, Pasar Langon yang sudah dimulai menggunakan e-retribusi pada Februari 2019, Pasar Randugunting, Pasar Sumur Panggang sudah dimulai Maret 2021 dan Pasar Kraton, Pasar Krandon, Pasar Martoloyo dimulai pada Desember 2023.
"Saat ini di Pasar Pagi yang menggunakan e-retribusi adalah pedagang kios dan konter sejumlah 327 orang . Sedangkan pedagang los dan pedagang tebokan belum menggunakan e-retribus," papar Rudyi.
Rudy menerangkan, nanti mekanismenya teman-teman pedagang sudah menyiapkan, dibelikan kartu sama Bank Jateng tinggal mengisi top up saldo.
"Nanti temen-temen juru pungut (jupung) tinggal keliling, tinggal di cek, maju sret, praktis langsung,” pungkas Rudy.
Penulis : ero
Editor : edt