JAKARTA, WAWASANCO - PT Sanjaya Thanry Bahtera, di bulan Maret ini telah memberangkatkan puluhan tenaga migran ke beberapa negara tujuan para pekerja migran. Tercatat pada dua pekan awal di bulan Maret ini, PT Sanjaya Thanry Bahtera telah memberangkatkan 14 pekerja migran ke Polandia.
14 pekerja migran tersebut, sebelumnya mendaftar ke sejumlah cabang PT Sanjaya Thanry Bahtera, yakni di cabang Cilacap, Semarang, Sragen dan Bali.
Rencananya, pekan depan akan ada pemberangkatan kandidat pekerja migran dari PT Sanjaya Thanry Bahtera ke sejumlah negara di Eropa yakni 11 pekerja migran berangkat ke negara tujuan Turki dan 3 ke Polandia.
Untuk para pekerja migran yang berangkat ke Turki mereka bekerja di hotel sebagai tenaga hospitality dan spa therapist. Sedangkan yang berangkat ke Polandia, mereka bekerja di manufacture.
Para pekerja migran yang berangkat melalui PT Sanjaya Thanry Bahtera tersebut, sebelumnya telah melewati banyak tahapan untuk mempersiapkan diri mereka bekerja di luar negeri. Dari pelatihan bekerja sesuai bidang penempatan mereka hingga kursus bahasa Inggris.
Para pekerja migran yang telah terbang dan sudah sampai ke Polandia yakni Mustolih, Muhammad Miftahul Ulum, Bondan Hariyono, Tri Zendi Purnomo, Saful Dwi Cahyono, Bagus Riadi, Putu Kharisma Candra, Susanto Putra.
Kemudian ada Gede Eka Darma Yasa, Ketut Sumadana, Ida Bagus Gede Buana Putra, I Gusti Arya Adi P Putra, Kadek Eri Suandita Putra, dan Anak Agung Deva.
Ditemui di Bandara Internasional Soekarno Hatta, jelang keberangkatannya ke Polandia, Putu Kharisma Candra mengaku senang akhirnya bisa terbang untuk bekerja ke negara Polandia. Gadis 27 tahun asal Denpasar Bali tersebut mengaku pertama kali tertarik untuk bekerja ke Polandia karena ada temannya yang sudah bekerja di sana.
"Saya awalnya tahu tentang bekerja di Polandia itu dari media sosial serta ada teman saya yang sudah bekerja disana. Gaji bekerja disana cukup besar dengan biaya hidup tidak terlalu mahal bahkan hampir sama dengan di Bali," ujarnya.
Ia mengaku bekerja ke Polandia adalah salah satu cara dia untuk merubah nasib. "Saya ingin membahagiakan kedua orang tua, kalau ada rejeki lebih ya bisa sedikit-sedikit membangun rumah atau membeli tanah," kata Candra.
Bekerja jauh dari keluarga, sudah dibayangkan oleh Candra sangatlah berat. "Berat untuk ninggalin keluarga apalagi baru pertama kali ini saya kerja jauh, beda negara dan beda jamnya. Tapi mungkin nanti kalau kangen sama keluarga ya saya lihat foto keluarga dan video call sama mereka," ucap Cabdra.
Sedangkan ditemui di tempat yang sama Gede Eka Darma mengungkapkan dirinya sudah beberapa waktu mulai membiasakan diri dengan kehidupan di Polandia, meski masih berada di Tanah Air. "Saya mulai membiasakan diri di rumah dengan makan American breakfast, roti dan sosis. Saya saat ini juga sudah mulai mengurangi makan nasi," tandasnya.
Gede Eka meyakini mimpi-mimpinya bakal terwujud saat bekerja di Polandia. "Saya akan cari modal dengan bekerja di sana, dan nanti saat pulang saya punya modal untuk usaha," katanya.
Penulis : ardi
Editor : edt