Semarang, Wawasan.co - Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) baru-baru ini menggelar kuliah umum bertajuk "Pembangunan Jalan dan Jembatan Berbasis Drainase: Solusi Efektif untuk Keberlanjutan". Acara yang berlangsung di kampus pusat UPGRIS jalan Sidodadi Timur non24 Semarang ini menghadirkan para ahli praktisi dan akademisi untuk membahas tantangan infrastruktur modern di tengah perubahan iklim.
Dr Ir Ikhwanudin ST MT selaku ketua program studi teknik sipil UPGRIS menyampaikan bahwa Drainase jalan adalah sistem infrastruktur untuk mengalirkan kelebihan air (hujan atau tanah) daripermukaan dan bawah jalan ke tempatpembuangan yang aman (sungai, danau, atau kolam resapan) guna mencegahgenangan, banjir, serta kerusakankonstruksi jalan dan lingkungan sekitar, memastikan jalan tetap kering, aman, dan tahan lama.
“Tujuanya untuk mencegah kerusakanakibat air dan meningkatkan keselamatanpengguna jalan,” katanya, dalam keterangan tertulis, Kamis (25/12).
Menjawab Tantangan Kerusakan Jalan
Dalam sambutannya, Dr Ir Ibnu Toto Husodo Dekan FTI UPGRIS menyampaikan bahwa isu utama kerusakan jalan di Indonesia sering kali bukan terletak pada beban kendaraan semata, melainkan pada buruknya sistem drainase.
"Jalan dan jembatan tidak bisa berdiri sendiri. Tanpa sistem drainase yang terintegrasi, investasi besar dalam pembangunan infrastruktur akan sia-sia karena air adalah musuh utama perkerasan jalan," ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil.
Poin Utama Pembahasan
Kuliah umum ini membedah beberapa aspek krusial diantaranya terkait Integrasi Desain. Bagaimana merancang jembatan yang tidak hanya kokoh secara struktur, tetapi juga tidak menghambat aliran sungai di bawahnya.
Drainase Berkelanjutan (SuDS): Penerapan sistem drainase yang mampu meresapkan air kembali ke tanah (porous pavement) untuk mengurangi beban limpasan permukaan.
Material Ramah Lingkungan, Penggunaan teknologi aspal dan beton terkini yang lebih tahan terhadap genangan air dan perubahan cuaca ekstrem. Membangun Kesadaran Mahasiswa
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan wawasan praktis yang terjadi di lapangan. Ikhawanudin menekankan bahwa konsep keberlanjutan (sustainability) bukan lagi pilihan, melainkan keharusan dalam setiap proyek strategis nasional.
Dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan lulusan FTI UPGRIS mampu menjadi insinyur yang tidak hanya mahir membangun fisik bangunan, tetapi juga visioner dalam menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan melalui pengelolaan air yang efektif.
Penulis : holy
Editor : Daniel