Semarang, Wawasan.co – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti secara resmi melantik Direksi PDAM Tirta Moedal Kota Semarang pada Rabu, 7 Januari 2026.
Dalam pelantikan tersebut, Dr. Ir. Ady Setiawan, S.H., M.H., M.M., M.T., IPM., ASEAN Eng atau yang akrab disapa Mas Wawasan dilantik sebagai Direktur Utama, dan Yulianto Prabowo, S.H., M.Si. dilantik sebagai Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang masa jabatan 2025 - 2030.
Agustina memaparkan harapannya kepada direksi baru. Ia berharap pelayanan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang bisa menjadi lebih baik lagi kepada masyarakat. Agustina menyampaikan dua tugas besar yang harus dikerjakan oleh PDAM dengan direksi barunya.
Ia mengatakan, selain SPAM Semarang Barat, nantinya PDAM Tirta Moedal juga harus bisa membuat SPAM Semarang Timur. Nantinya pembuatan SPAM Semarang Timur diharapkan bisa menggandeng pihak ketiga guna menambah jumlah jaringan pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Semarang.
“Ke depan ada tantangan lagi, SPAM Semarang Barat ini memang belum berjalan dengan lancar, tapi nanti ke depan harus bisa membuat SPAM Semarang Timur untuk bisa menambah jumlah jaringan dan bisa menggandeng pihak ketiga,” kata Agustina.
Selain SPAM Semarang Barat dan SPAM Semarang Timur, pembangunan SPALD-T yakni pembangunan jaringan pengelolaan limbah domestik ini juga mendapatkan bantuan dari Asian Development Bank (ADB). Peluang-peluang inilah yang harus ditangkap oleh Pemerintah Kota Semarang melalui PDAM Tirta Moedal.
“Jadi tantangan beratnya tidak hanya sekedar mengurus air minum, yang kemarin layanan belum maksimal bisa dimaksimalkan dan ada dua tugas tambahan dan dua-duanya membutuhkan konsentrasi. Saya berharap masyarakat bisa terlayani dengan baik,” tegasnya.
Selain itu, Agustina mengatakan dengan keluarnya Perda Pajak Air Tanah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, PDAM diminta untuk membuat perhitungan khusus. Perda ini dinilai menjadi sebuah kesempatan bagi PDAM untuk menyiapkan skema air bersih yang bersumber dari PDAM untuk kawasan-kawasan industri yang selama ini masih memanfaatkan air tanah untuk kebutuhan produksi.
“Memang untuk teknis Perda ini masih menunggu ketentuan tapi PDAM harus mulai menyiapkan perhitungan bagaimana bisa mengganti air tanah dengan air bersih dari PDAM dengan pembiayaan yang lebih rendah,” pungkasnya.
Usai pelantikan, mas Wawan menegaskan siap meningkatkan dan memperbaiki pelayanan pemenuhan air bersih kepada masyarakat Kota Semarang. Berbagai target dan upaya pemenuhan dipaparkan Wawan selama masa kepemimpinannya dalam lima tahun ke depan.
Wawan menargetkan penambahan 10.000 pelanggan baru layanan air minum setiap tahunnya. Hingga saat ini, lanjut Wawan, pelanggan layanan air bersih PDAM mencapai 203.000 sambungan.
“Kami menargetkan paling tidak 10.000 pelanggan baru tiap tahun dan ini masuk dalam program peningkatan cakupan layanan,” ujar Wawan.
Wawan mengaku optimis bisa menambah jumlah pelanggan baru hingga 250.000 hingga akhir masa jabatannya. Ia menegaskan akan berkomitmen untuk membawa perubahan pada pelayanan air bersih dengan fokus utama pada efisiensi teknis dan pelestarian lingkungan.
Sedangkan untuk prioritas jangka pendek, Wawan mengatakan akan memperbaiki penanganan pengaduan pelanggan yang lebih cepat dan responsif, serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui efisiensi biaya operasional.
Lebih lanjut, terkait dengan masifnya penggunaan air tanah di Kota Semarang, Wawan menegaskan akan memperkuat penegakan hukum melalui Peraturan Daerah (Perda) Pengendalian Air Tanah.
"Kami akan mengimbangi hal ini dengan mempercepat ketersediaan suplai, terutama melalui optimalisasi SPAM Semarang Barat dan rencana pengembangan SPAM Semarang Timur atau Jragung," tuturnya.
Terkait dengan tingkat kebocoran air yang saat ini masih cukup tinggi yakni 42 persen, Wawan menegaskan akan menerapkan dua pendekatan utama yakni pendekatan administratif dan komersial.
Penulis : holy
Editor : Daniel