Belajar Mengelola Emosi, Napi Lapas Semarang Ikuti Psikoedukasi bersama Mahasiswa Undip


Semarang, Wawasan.co – Lapas Kelas I Semarang kembali menghadirkan program pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui kegiatan Pelatihan Regulasi Emosi dengan metode psikoedukasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa magang Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip), Jumat (22/05).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 10.30 WIB tersebut dilaksanakan di Aula Graha Pancasila Lapas Kelas I Semarang dan diikuti oleh 10 warga binaan dari Blok Drupada, Hanoman, Janaka, dan Lesmana. Pelaksanaan kegiatan turut didampingi oleh staf Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemasy).

Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan emosi, cara mengendalikan emosi negatif, serta strategi membangun pola pikir yang lebih positif melalui metode psikoedukasi yang dikemas secara interaktif dan komunikatif.

Mahasiswa magang Fakultas Psikologi Undip juga mengajak warga binaan berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan emosi dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme, sehingga para peserta dapat mengikuti materi dengan nyaman.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menyampaikan bahwa pembinaan mental dan emosional menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan, tetapi juga pembinaan mental dan pengendalian diri. Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan mampu memahami cara mengelola emosi dengan baik sehingga dapat membentuk perilaku yang lebih positif,” ujar Ahmad Tohari.

Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan dunia pendidikan, termasuk perguruan tinggi, menjadi langkah positif dalam menghadirkan program pembinaan yang edukatif dan bermanfaat bagi warga binaan.

Menurutnya, kemampuan mengatur emosi memiliki peran penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

“Kami berharap pembinaan seperti ini dapat membantu warga binaan menjadi pribadi yang lebih tenang, bijak, dan mampu mengontrol diri, sehingga mereka siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Fauzi
Editor   : Daniel