Petani Cengkih 'Move On', Ganti Tanam Durian


Petani cengkih Desa Kembang Jatipurno Wonogiri belajar cara bertanam durian di Desa Wisata Pogog. Foto: Tu;us PE

WONOGIRI-Petani cengkih di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri kini beralih menanam durian. Hal ini dilakukan karena tanaman cengkih miliknya banyak yang mati akibat diserang hama. ‘’Ratusan batang pohon cengkih di desa kami  mengering kemudian mati. Kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. Berbagai upaya telah dilakukan, tapi upaya itu tidak membuahkan hasil, sehinga para petani merugi jutaan rupiah,’’ kata Sakadiyanto warga Kembang, Senin (19/2).

Berawal dari itulah perwakilan kelompok tani Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Minggu (18/02) mengadakan kunjungan ke Desa Wisata durian di Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem,  Wonogiri, untuk berguru proses pembuatan bibit dan cara tanam di kebun durian yang ada di dusun Pogog. Upaya ngangsu kawruh tersebut diharapkan bisa dikembangkan di Desa  Kembang yang memiliki struktur dan kontour tanahnya hampir sama dengan Dusun Pogog.

Dusun Pogog merupakan salah satu desa penghasil durian terbaik di Wonogiri, Durian Pogog saat ini banyak diburu para penggemar durian. Pasalnya, daging buahnya tebal dan lembut, warnanya kuning keemasan, serta rasanya juga manis. Selain soal rasa, keunggulan lain durian ini adalah bobot durian yang fantastis. Sebuah durian bisa mencapi sembilan kilogram. Tak heran jika banyak penggemar durian datang ke desa Pogog untuk berburu durian, atau hanya sekedar berswafoto dengan buah durian.

Sakadiyanto, salah satu perwakilan petani Desa Kembang  menjelaskan kegiatan diawali dengan melihat langsung ke kebun durian, para petani diajak keliling kebun durian sembari mendapatkan penjelasan berkaitan dengan jenis tanaman durian, cara perawatan, dan cara pemupukan. Setelah selesai dari kebun petani mendapatkan penjelasan bagaimana tehnik membuat bibit durian yang unggul, para petani diberikan pengetahuan cara membuat bibit unggul dengan berbagai teknik salah satunya sisip dan cungkup. 

Sementara,  Kang Rimo, warga Pogog yang menerima rombongan dari Dusun Kembang memaparkan baha selaku pengelola, pihaknya  sangat terbuka dengan siapa pun yang mau berbagi ilmu tentang durian, baik dari proses pembuatan bibit unggul, cara tanam, cara perawatan bahkan pasca panennya kami siap menampung hasil buah durian dari para petani.

Penulis : tpe
Editor   : wied