27 Februari Enam Jabatan  Eselon II Kosong Diisi  


Bupati Purbalingga Tasdi memimpin apel pagi di Kecamatan Purbalingga, Senin (19/2). Bupati menyampaikan bahwa pengisian enam jabatan eselon II dilaksanakan 27 Februari mendatang. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA-Enam jabatan eselon II di Pemkab Purbalingga yang kosong, rencananya akan diisi pada 27 Februari mendatang. Saat ini sebanyak 40 nama sedang mengikuti seleksi terbuka untuk berebut menduduki jabatan tersebut.

Demikian disampaikan Bupati Tasdi, saat memimpin apel pagi di Kecamatan Purbalingga, Senin (19/2). Diungkapkan, bersamaan dengan itu pihaknya juga akan melakukan mutasi dan pelantikan terhadap 66  orang pejabat eselon III. Termasuk pengisian jabatan camat. “Karena ada tiga jabatan camat yang kosong. Masing-masing Camat Pengadegan,  Kertanegara, dan Karangreja,” ungkapnya.

Seperti diberitakan enam jabatan Eselon II kosong.  Masing-masing adalah  Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermasdes), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). “Pengisian dilakukan melalui seleksi terbuka. Siapa yang akan menduduki jabatan tersebut masih menunggu hasil tes yang dilakukan oleh panitia seleksi (pansel),” kata bupati.

Bupati menyampaikan dia meminta kepada pansel, agar  calon pejabat Eselon II yang mengikuti seleksi terbuka, diwajibkan membuat makalah dan melakukan paparan. Dengan demikian akan bisa diketahui bagaimana pola pikir dan pola kerja mereka saat menjadi pejabat nantinya. “Jangan hanya pasif dan tidak melakukan inovasi,” katanya lagi.

Kabid Pengembangan dan Diklat Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Wahyu Prasetiono mengatakan seleksi terbuka pejabat Eselon II diikuti oleh pejabat eselon III yang memenuhui syarat. Terdapat 40 orang yang mendaftar dan sudah menjalani tes. Mengenai hasil tes pihaknya menyerahkan kepada pansel. “Soal jadwal pelantikan itu wewenang bupati,” imbuhnya.

 

  

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : wied