Kisruh Pengisian Kepala  Dindikbud, Bupati Terima Puluhan Surat Kaleng


Bupati Purbalingga Tasdi memimpin apel pagi di halaman belakang kantor Dinas Pendidkan dan Kebudayaan (Dindikbud), Selasa (20/2). Bupati mengaku mendapatkan puluhan surat kaleng terkait pengisian jabatan Kepala Dindikbud yang masih kosong. (Foto :Joko San

PURBALINGGA-Persaingan memperebutkan jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kepala Dindikbud) yang saat ini kosong kian memanas. Menjelang pengisian jabatan tersebut, Bupati Tasdi mengaku menerima puluhan surat kaleng.

“Surat tersebut berisi pengaduan tentang beberapa kandidat Kepala Dindikbud. Macam-macam isinya. Saya sampai ngeri membacanya,” kata bupati saat memberikan sambutan dalam apel pagi di hadapan pegawai Dindikbud, Selasa (20/2).

Bupati mengatakan kondisi itu membuatnya prihatin. Pasalnya hal itu menunjukkan situasi internal di dinas tersebut tidak kondusif. Bupati menduga surat kaleng tersebut dikirimkan oleh orang yang punya kepentingan terhadap pengisian jabatan itu.

“Menjelang pengisian jabatan eselon II termasuk Kepala Dindikbud, saya juga sering mendapatkan pemberitahuan bahwa ada kelompok kelompok yang mau menemui saya. Saya tolak. Karena itu terkait kepentingan pengisian jabatan,” ujarnya.

Bupati bercerita bahwa dia juga mendapatkan informasi dari dua bupati sebelumnya, masing-masing Triyono Budi Sasongko dan Heru Sudjatmoko, apabila hendak melakukan pengisian jabatan Kepala Dindikbud harus hati-hati. Nasihat itu membuatnya tidak gegabah dalam menentukan nama Kepala Dindikbud. “Saya jadi heran juga kenapa bisa begini. Ada apa di dinas ini?” ungkapnya dengan nada tanya.

Saat ini jabatan Kepala Dindikbud bersama lima jabatan eselon II yang lain kosong. Terkait pengisian sedang dilakukan seleksi terbuka yang dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel). Rencananya jika tidak ada aral melintang pengisian dan pelantikan pejabat eselon II akan dilaksanakan 27 Februari mendatang. “Namun makin mendekati pelantikan kok suasana makin gaduh. Terutama untuk jabatan Kepala Dindikbud. Banyak surat kaleng datang,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut bupati mengisyaratkan bahwa dia akan mencoba bahwa jabatan Kepala Dindikbud diisi oleh pejabat internal. Tentunya  figurnya harus memiliki kapasitas, kapabilitas dan aksetabilitas yang memadai.  Karena menurutnya banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. “Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) Purbalingga rendah. Ini juga karena masalah pendidikan yang belum bagus. Ini tugas bersama untuk dicari solusinya,” katanya lagi.

Keterangan yang dihimpun Wawasan.co menyebutkan, sejumlah nama berpeluang menduduki jabatan Kepala Dindikbud. Di antaranya Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Purbalingga Sardjono yang saat ini menjabat Kabid Tendik Dindikbud. Selain itu juga ada nama lain yaitu Asisten Sekda Tri Gunawan yang pernah menduduki jabatan itu. Selama jabatan Kepala Dindikbud belum terisi, bupati menugaskan Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Subeno sebagai Plt Kepala Dindikbud.(ST)

 

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : wied