Lhadalah….Korban Banjir Banyak Jadi Sasaran Kampanye


Nampak Cabup dari jalur perseorangan Akhwan-Hadi saat menggelar kampanye melalui pengobatan gratis terhadap korban banjir. Foto: Ali Bustomi

KUDUS – Para paslon peserta Pilkada Kudus 2018 mulai menggeber sejumlah kegiatan untuk menarik simpati masyarakat. Diantara sejumlah kegiatan kampanye, bakti sosial ke korban banjir menjadi primadona dari sekian paslon.

Bakti sosial terhadap korban banjir di antaranya dilakukan paslon Hartini-Bowo dan paslon Akhwan-Hadi. Dua paslon tersebut menggelar bakti sosial di lokasi yang sama namun pada waktu berbeda.

Paslon Hartini-Bowo lebih memilih terjun ke lokasi banjir dengan membawa sembako. Dengan menyalami para warga yang rumahnya terendam banjir, paslon yang didukung PKS, Gerindra dan PBB tersebut berharap simpati masyarakat dengan memberikan bantuan logistik kepada warga.

”Kami ingin membantu meringankan beban korban banjir. Sekaligus meminta doa restu dan dukungan dari masyarakat,” kata Bowo.

Hal yang sama juga dilakukan paslon Akhwan-Hadi. Namun berbeda dengan Hartini-Bowo, paslon yang maju lewat jalur perseorangan ini memilih menggelar pengobatan gratis baik di lokasi pengungsian maupun di sekitar lokasi banjir di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan.

Sama seperti Hartini-Bowo, Akhwan-Hadi meminta dukungan dari masyarakat sekaligus memberi bantuan kepada warga melalui pengobatan gratis. Akhwan  mengatakan pengobatan gratis ini diharapkan bisa membantu meringankan beban warga korban banjir yang banyak terjangkit penyakit. ”Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya korban banjir,” tandasnya.

Menurut Akhwan, selain membantu korban banjir, pihaknya juga sempat melakukan kampanye dengan membuat pelatihan pembuatan kerajinan bagi ibu-ibu. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mendatangkan instruktur yang mampu mengajarkan pembuatan kerajinan tangan seperti tas, dompet dan berbagai alat rumah tangga lainnya.

”Kami memang memilih kampanye yang langsung menyentuh masyarakat dibanding dengan kampanye rapat terbuka dengan mengundang massa,” tandasnya.

Berbeda dengan Hartini-Bowo dan Akhwan-Hadi, paslon Tamzil-Hartopo yang didukung PKB, PPP dan Hanura memilih mendekatkan diri dengan masyarakat melalui kunjungan ke pasar-pasar. Salah satu pasar yang dituju adalah pasar Piji Kecamatan Dawe.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi menegaskan, dalam kampanye ini para paslon memang diberi kesempatan sebesar-besarnya untuk berlomba menggaet simpati pemilih. Namun demikian, para paslon diminta untuk menaati rambu-rambu yang sudah ditentukan.

”Yang terpenting, paslon jangan sampai kampanye melanggar aturan, kampanye hitam atau kampanye negatif. Silahkan pamerkan visi misi dan program kerja yang diusung untuk menggaet simpati pemilih,” tandasnya.

 

 

 

 

Penulis : ali boestomi
Editor   : wied