Hujan Deras, 14 Rumah di Lumbir Diterjang Longsor


Hujan deras yang mengguyur  Kabupaten Banyumas, menyebabkan 14 rumah di Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir mengalami longsor. (Foto : Hermiana E. Effendi)

BANYUMAS – Hujan deras yang mengguyur  Kabupaten Banyumas, menyebabkan 14 rumah di Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir mengalami longsor. Longsor terjadi pada Senin (19/2) malam, setelah sejak siang hingga malam, hujan terus mengguyur wilayah tersebut.

Kepala Desa Dermaji, Bayu Setyo Nugroho, Selasa (20/2) mengatakan, di Kecamatan Lumbir ada sembilan titik longsor. Hal tersebut mengakibatkan tiga rumah mengalami rusak berat, 11 rumah rusak ringan dan satu Sekolah Dasar (SD) terancam longsor. Selain itu, beberapa kandang ternak milik warga juga rusak.

?Hujan turun deras sekali sejak Senin siang, hingga malam hari dan ada 14 rumah yang terkena longsor di Lumbir, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka, karena warga cepat tanggap dan segera meninggalkan rumah yang longsor,? terangnya.

Akibat longsor tersebut, dua keluarga harus mengungsi pada malam itu juga, karena longsor yang melanda rumahnya berbahaya dan berpotensi terjadi longsor susulan. Dua keluarga yang terpaksa harus mengungsi yaitu keluarga Mujato dan Muhari.

" Ada tiga rumah yang rusak berat, kebanyakan pada dinding bagian belakang rumah yang rusak. Namun yang berpotensi terjadi longsor susulan hanya dua rumah. Sehingga hanya dua keluarga yang mengungsi,? kata Bayu.

Jalan Putus

Selain menyebabkan 14 rumah warga rusak, hujan deras juga membuat akses jalan dari Dusun Citunggul dengan Siroongge terputus total. Wargapun harus menempuh jalan memutar yang lebih jauh jarak tempuhnya untuk sampai ke dusun tersebut.

Pada waktu yang sama, longsor juga terjadi di Kecamatan Gumelar. Longsor melanda dua desa yaitu Desa Tlaga dan Samudra Kulon. Setidaknya ada 21 rumah yang terkena longsor di Kecamatan Gumelar, mulai dari rusak sedang hingga rusak berat.

Selain itu, akses jalan Kabupaten Banyumas- Cilacap yang melalui Desa Tlaga, juga tertutup matrial tanah longsor sepanjang  6 meter dan lebar sekitar 3 meter. Saat ini, TNI, Tagana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas beserta masyarakat sekitar, masih membersihkan material longsoran tanah, supaya jalan bisa dilalui kembali.

 

 

 

Penulis :
Editor   : wied