Selain Diracun Apotas, Ida Juga Dicekik


Edy Sumarsono (kaos putih dua dari kanan), dibawa petugas Reskrim Polres Blora di lokasi pembuangan jasad Ida Lestiyaningrum hutan jati petak 119 KPH Randublatung. Foto: Wahono    

BLORA – Polres segera menggelar rekonstruksi (reka ulang) kasus pembunuhan Ida Lestiyanigrum (26), warga Kelurahan Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Demak. Rekonstruksi bisa di akukan di TKP, kompleks Mapolres, dan tempat lain.

“Segera kami gelar reka ulang, rencananya pekan depan,” jelas Kapolres AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utomo, Selasa (20/2).

Perkembangan terbaru penyidikan terhadap tersangka pelaku pembunuhan, Edi Marsono alias Sondong (24), warga Dukuh Pojok, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung, Blora, selain memberi racun apotas, juga sempat mencekik korban.

Untuk memastikan pengakuan Sondong, penyidik Polres Blora akan menyinkronkan dengan hasil visum et repertum  tertulis yang dibuat dokter (tim medis) rumah sakit (RS) dr Soetijono Blora.

“Tim medis menemukan luka di leher korban, bisa jadi itu bekas kekerasan atau dicekik, kami masih menunggu hasil VeR,” jelas AKP Heri Dwi Utomo.

Penyidik, lanjutnya, Selasa (20/2) siang, kembali mengajak Sondong ke lokasi di sekitar tempat kejadian pembunuhan untuk kroscek lokasi awal sebelum Ida Lestiyanigrum tewas.

Diberitakan sebelumnya, Ida Lestiyanigrum tewas diracun apotas oleh tersangka pelaku pembuhuhan, Edi Sumarsono alias Sondong, di hutan jati petak 119 Kesatuan Pemangkuan Hutan Randublatung.

Tugu Pahlawan

Edi, lelaki beristri dengan dua orang anak nekat meracun dan mencekik Ida, karena  kalap  dimintai pertanggungjawaban setelah merenggut kegadisan wanita lajang pekerja salah satu toko kain di Semarang.  

Dalam pengakuannya, Sondong berkenalan dengan korban melalui media sosial sekitar dua bulan, berlanjut pertemuan di alun-alun Demak, dan diajak tersangka ke Blora untuk dikenalkan keluarganya.

Dalam perjalanan turun hujan deras, lantas keduanya berteduh di Tugu Pahlawan, pinggir jalan raya Blora-Randublatung, berjarak sekitar 6,5 kilometer utara Kota Kecamatan Randublatung.

Di dekat Tugu Pahlawan itulah, Sondong  merayu dan berhasil merenggut kegadisan Ida. Usai berhubuingan intim, korban yang takut hamil mendesak tersangka untuk bertemu orang tua Sondong.

Namun lelaki yang mengaku masih perjaka itu mengelak alasannya belum siap. Sondong bingung, dan berfikir pendek memberi minuman yang dicampur racun apotas, dan dikatakan tersangka yang sudah beristri dengan dua anak itu, minuman itu dapat mencegah kehamilan. 

Setelah meminum air dicampur apotas, Sondong mengajak korban untuk dipertemukan orang tuanya, dalam perjalanan korban terjatuh dari boncengan, dan membuang mayat korban di lokasi ditemukannya mayat Ida  warga pada Jumat (16/2) pagi. 

Tersangka dijerat pasal 338 dan 340 KUHP, ancaman pasal 338 paling lama kurungan penjara 15 tahun, pasal 340 bisa pidana mati. 

Diberitakan sebelumnya, kurang dari 72 jam, tersangka pembunuh Ida ditangkap oleh tim reserse mobil (Resmob) Satuan Reskrim Polres Blora, Minggu (18/2), pukul 12:25 di rumah tersangka.

 

 

 

Penulis : wah
Editor   : wied