Hasil Pengemis Rp 200 Ribu dalam 4 Jam


Suparno (73), pengemis asal Demak yang diketahui memiliki penghasilan besar saat beroperasi di Jepara tengah diintrogasi petugas Satpol PP Jepara. Pengemis asal Bonang ini dirazia Satpol PP saat mengemis di perempatan Tugu Kartini Jepara, Kamis (22/2). Fo

JEPARA- Kisah mengenai penghasilan seorang pengemis yang jumlahnya diluar dugaan terjadi di Jepara. Seorang pengemis di Jepara, diketahui bisa mendapatkan uang Rp200 ribu hanya dalam waktu 4 jam saja. Hal ini terungkap saat Satpol PP Jepara merazia dan mengintrogasinya usai diamankan Kamis (22/2).

Suparno Mulani (73), warga Dukuh Kledung, Jati Mulyo, Bonang, Demang, Kamis (22/2) terjaring operasi Satpol PP Jepara. Kakek yang mengaku memiliki delapan orang anak ini diketahui mengemis di seputar lampu merah Patung Tugu Kartini Jalan Pemuda Jepara. Karena kawasan ini merupakan daerah larangan, Suparno lantas dibawa ke kantor Satpol PP Jepara.

Kehebohan terjadi dalam proses interograsi ini. Ternyata kake Suparno ini tidak terduga membawa uang sebanyak Rp 800 ribu. Masing-masing Rp 600 ribu sudah terbungkus rapi dalam plastik hitam kumal, dan sisanya berserakan di kantongnya. Kepala Satpol PP Jepara, Istono yang kaget langsung melakukan investigasi terhadap si kakek pengemis ini.

 “Jadi dari pengakuannya, uang yang Rp 600 ribu itu hasil mengemis kemarin. Sedangkan yang Rp200 ribu dan belum sempat dirapikan adalah hasil yang diperoleh sejak pagi hari. Jumlahnya luar biasa saya kira,” ujar Istono, di Kantor Satpol PP Jepara, Kamis (22/2).

 Suparno sendiri mengaku sudah lama menjalani profesi sebagai pengemis. Sebelumnya, kakek tua ini menginap di seputar alun-alun Jepara. Dirinya sejak Rabu (21/2) sudah mengemis di perempatan Tugu Kartini Jepara. Biasanya dirinya nglaju Demak-Jepara untuk menjalani profesinya sebagai pengemis.

Uang yang dibawanya itu diakui sebagai hasil mengemis di Jepara. Setelah mendapatkan hasil, kemudian ditukarkan ke warung-warung sekitar. Saat ditanyakan apakah keluarganya tidak mencari dirinya, dan apakah tau jika dirinya mengemis? Suparno mengiyakan dengan menganggukan kepala.

“Kula badhe balik mawon sakniki. Ampun dipun kirim Semarang. Kula kapok,” ujar Suparno dalam bahasa Jawa dalam nada ketakutan karena sempat akan dikirim ke Panti Sosial di Semarang.

Setelah diinterogasi, akhirnya Suparno diantar ke terminal untuk mencari angkutan ke Demak. Kepadanya Satpol PP Jepara meminta untuk tidak kembali mengemis ke Jepara. Jika tetap nekad Suparno akan dikirim ke Panti Sosial di Semarang.

 

 

 

Penulis :
Editor   : wied